Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Perempuan Ini Jadi Model Aborogin Pertama yang Masuk Final Miss World Australia

Maymuru ditemukan oleh seorang pencari bakat model saat sedang berada di ATM.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Perempuan Ini Jadi Model Aborogin Pertama yang Masuk Final Miss World Australia
BLACK GIRL LONG HAIR
Maminydjama Maymuru 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Sejarah baru saja ditorehkan Maminydjama Maymuru. Perempuan 19 tahun ini baru saja menjadi perempuan Aborigin pertama yang masuk final Miss World Australia 2016.

Maymuru ditemukan oleh seorang pencari bakat model saat sedang berada di ATM.

Tapi Maymuru, yang akhirnya menggunakan nama model “Magnolia”, menolak tawaran untuk berpose di atas catwalk itu lantaran akan merampungkan ujian SMA-nya.

Setahun kemudian, ketika ia berbelanja di sebuah supermarket, ia bertemu dengan pencari bakat yang sama.

Ia pun setuju untuk melalukan hal yang tak pernah diimpikan itu.

“Saya pikir, saya seperti perempuan pada umumnya,” ujar Maymuru kepada ABC News.

“Jika orang menolak saya lantaran berasal dari suku asli, itu tidak akan mengganggu saya … tapi saya sangat, sangat gugup. Saya hanya berpikir, bagaimana jika saya terjatuh atau tersandung? Tapi saya menolak pikiran itu.”

Rekomendasi Untuk Anda

Maymuru berasal dari Yirrkala, sebuah komunitas kecil yang ratusan mil jauhnya dari kota terdekat.

Sejak menjadi berita nasional, ia akhirnya dipilih mewakili Nothern Territory di final nasional Miss World Australia pada Juli nanti.

Sekitar 30 persen populasi di wilayah itu adalah Aborigin, jumlah terbesar dari wilayah lain di Australia.

“Saya pikir Magnolia adalah gadis yang bisa memicu sebuah revolusi,” kata Mehali Tsangaris., sang penemu bakat dia.

Maymuru dianggap sebagai sebuah terobosan, menyusul model Aborigin yang terlebih dahulu sukses, Naomi Campbell.

Dr Liz Conor, seorang akademisi studi Aborigin, menyebut Maymuru sebagai antidot stereotip perempuan cantik adalah yang berkulit putih, berambut pirang, dan bermata biru.

“Namun, pertanyaannya kemudian adalah apakah perempuan Aborigin seperti dirinya bisa menegaskan keindahan Aborigin-nya yang berbeda tanpa harus jatuh pada kesan eksotisme,” kata Dr Liz.

Sumber: Intisari
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas