Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Kisah Cinta Eva yang Berani Berhenti Pakai Deodoran

Mudahnya, bila pasangan secara genetika dan seksual cocok dengan Anda, seharusnya ia menyukai wangi khas Anda tanpa deodoran

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kisah Cinta Eva yang Berani Berhenti Pakai Deodoran
net
ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM - Eva Glasrud, perempuan cantik asal San Francisco, Amerika Serikat, adalah sosok yang berani mewujudkan pemikiran dan keinginannya untuk melihat sejauh mana harga sebuah penampilan fisik dengan cinta.

Terdengar sedikit mengejutkan, namun Eva pun ternyata membuktikkan dampak sebuah kebiasaan yang sejak dari muda ia lakukan terkait kelanjutan kisah asmaranya bersama pria pujaan.

Bercerita kepada Yahoo, Eva yang sejak kecil sudah terbiasa mandi setiap hari dan mengenakan deodoran baik setelah mandi maupun saat beraktivitas seperti berolahraga demi membuatnya lebih percaya diri.

“Saya selalu berusaha untuk terlihat bersih, wangi, dan tidak berkeringat serta bau. Aktivitas fisik yang menguras keringat biasanya akan segera setelah kering saya bilas dengan mandi. Kekasih saya tidak pernah komplain, faktanya saya memang selalu harum setelah saya berkeringat karena berolahraga atau beraktivitas,” ujarnya.

Sampai suatu ketika, Eva membaca sebuah buku berjudul The Psychology of Physical Attraction karangan Viren Swami dan Adrian Furnham.

Dari buku tersebut, ia belajat pentingnya peranan keharumann tubuh dan zat pheromones yang secara kimiawi merilis kaitan antara perilaku dan ketertarikan orang dengan individu lainnya.

Nyatanya, setiap orang memiliki bau khas yang menunjukkan sistem kekebalan tubuh dan sifat alamiah genetika.

Rekomendasi Untuk Anda

Mudahnya, bila pasangan secara genetika dan seksual cocok dengan Anda, seharusnya ia menyukai wangi khas Anda tanpa deodoran.

Pasca menyakini hal tersebut, Eva memutuskan berhenti mengenakan deodorant dan melihat reaksi kekasihnya.

Ia pun mengungkapkan bahwa setelah beberapa tahun tidak lagi memakai deodoran, ternyata tidak ada satu pun orang yang dikencaninya berkomentar buruk atau komplain.

“Bagian paling menyenangkan adalah bahwa mereka menyukai wangi khas tubuh saya. Tentunya selama Anda mandi dengan bersih dan benar dua sampai tiga hari sekali, ya,” katanya.

Eva pun membuat pengecualian soal kebiasannya tidak pakai deodoran untuk sejumlah acara. Salah satunya saat berolahraga, pergi ke konser musik dan berdansa di pesta.

Tak lupa, ia juga berbagi pengalaman setelah hampir lima tahun memutuskan tidak pakai deodorant.

“Pasca-bertahun-tahun tidak pakai deodoran, saya merasa tidak nyaman saat memakainya. Seperti ada yang menganggu di lengan Anda. Jadi, tidak ada masalah dengan tidak pakai deodoran selama Anda mandi dengan bersih dan rutin serta mengenakan sabun khusus antibakteri,” tutupnya.

Tabloidnova.com/Yahoo

Sumber: Tabloidnova.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas