Efek MRT, Harga Tanah di Jabodetabek Melesat, Tangsel Tembus Rp 6,4 Juta Per Meter
Pembangunan proyek infrastruktur konektivitas macam Light Rail Transit (LRT), jalan tol, dan MRT, mengatrol pertumbuhan harga tanah
Editor:
Aji Bramastra
TRIBUN/SETPRES/AGUS SUPARTO
Presiden Joko Widodo meninjau Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (6/11/2018). Presiden mencoba perjalanan MRT dari Stasiun Bundaran HI menuju Stasiun Lebak Bulus sekaligus meninjau perkembangan pembangunan proyek MRT tahap I yang sudah mencapai 97,08 persen dan ditargetkan beroperasi pada Maret 2019. TRIBUNNEWS/SETPRES/AGUS SUPARTO
TRIBUNNEWS.COM - Lahan merupakan komponen utama dalam pembangunan perkotaan, dan pengembangan wilayah.
Harganya terus melaju seiring masifnya pembangunan fisik yang dilakukan pemerintah maupun swasta.
Lonjakannya makin signifikan seiring percepatan proyek infrastruktur konektivitas yang digeber dalam empat tahun terakhir.
Menurut Managing Director Lamudi Indonesia Mart Polman, pembangunan proyek infrastruktur konektivitas macam Light Rail Transit (LRT), jalan tol, dan Mass Rapid Transit (MRT), mengatrol pertumbuhan harga lahan sekitar 40 persen.
Di luar Jakarta yang sudah menembus angka rata-rata hampir Rp 4 juta per meter persegi untuk lahan termurah, Lamudi mencatat wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi juga menunjukkan kenaikan.
Berita Populer
Baca tanpa iklan