Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Ini Cara Biyantie Garap Pasar Milenial

Brand Biyantie, tahun ini mulai menyasar pangsa pasar generasi millenial yang selalu ingin tampil fashionable

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Ini Cara Biyantie Garap Pasar Milenial
ist
produk tas dari Biyantie 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Brand Biyantie, tahun ini mulai menyasar pangsa pasar generasi millenial yang selalu ingin tampil fashionable. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya produk Biyantie di acara Indonesia Fashion Week (IFW) 2019.

"Kita mencoba masuk ke dunia fashion dan menyasar generasi millenial," ujar Owner Biyantie Setiawan Ananto di Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Dalam event fashion IFW yang mengambil tema Cultural Values, Biyantie menampilkan karya baru yaitu tas kulit carving. Jadi kulitnya dipahat, dengan tema ragam budaya lokal.

Dalam event fashion IFW yang mengambil tema Cultural Values, Biyantie menampilkan karya baru yaitu tas kulit carving
Dalam event fashion IFW yang mengambil tema Cultural Values, Biyantie menampilkan karya baru yaitu tas kulit carving (ist)

"Kali ini, karena tema IFW adalah mengangkat budaya Kalimantan. Jadi kita bikin tas kulit bertema Dayak," katanya.

Selain menyasar millenial di IFW, Biyantie juga menjajaki ikut dalam event NewYork Fashion Week akhir 2019. Dalam event tersebut, Biyantie berkolaborasi dengan desainer asal Indonesia.

Hingga lima tahun usia brand ini, Biyantie telah meluncurkan ratusan karya tas kulit. Saat ini, Biyantie fokus melakukan penjualan secara online di marketplace dan media sosial. Biyantie juga berencana membuka gerai di salah satu mall.

Baca: Dampak Buruk Apabila Anak Kurang Kasih Sayang dari Sang Ayah

"Untuk penjualan secara offline kita sudah melakukan pembicaraan kerja sama dengan salah satu mall yang memiliki beberapa cabang di Indonesia. Masih tahap penjajakan," jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Kedepan, Biyantie akan mengkolaborasikan penjualan online dan offline. Dengan strategi marketing tersebut diharapkan penjualan akan meningkat. Dari rata-rata Rp 400 juta naik menjadi Rp 500 juta-600 juta per bulan.

Selain hadir online dan offline, Biyantie juga memanfaatkan pameran sebagai ajang branding. Selain di Indonesia Fashion Week dan InaCraft, event fashion show di NewYork diharapkan akan semakin memperkenalkan brand Biyantie di kancah nasional dan internasional.

"Awal tahun ini, kita juga sudah melakukan proses re-branding dan kembali mengaktifkan komunitas Biyantie Addict," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas