Tribun Lifestyle
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Musik di Mata Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak

Dia lalu bercerita tentang tanggapan orang yang menganggap dirinya tidak bekerja hanya karena mendengarkan musik

Musik di Mata Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak
Tribunnews.com/Mafani Fidesya Hutauruk
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak saat berkunjung ke Redaksi Tribunnews.com, Jakarta Barat 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Mafani Fidesya Hutauruk

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seni, terutama musik menurut Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur, Emil Dardak tidak dapat dilepaskan dari kesehariannya.

"Seni itu mengakar di keseharian," ucap suami dari Arumi Bachsin itu saat menyambangi kantor Tribunnews di Jakarta, Sabtu, (14/03/2020).

Baca: Emil Dardak Memuji Khofiffah Indrah Parawansa: Beliau Punya Jam Terbang Luar Biasa

Dia lalu bercerita tentang tanggapan orang yang menganggap dirinya tidak bekerja hanya karena mendengarkan musik.

"Kadang-kadang ada yang ngomong, sehari kan ada 24 jam dengar musik paling hanya setengah jam disangka 24 jam tuh ga kerja cuma main musik aja gitu," ucapnya sambil tertawa saat berbincang santai sore itu.

Menurutnya, tak hanya sebagai hiburan untuk dirinya, musik juga mempunyai peranan dalam otak manusia.

Bagi Emil Dardak, otak kanan dan kirinya perlu untuk diseimbangkan, dan hal itu dapat dilakukan dengan mendengarkan musik.

"Karena itu bagian dari balancing otak kita," ucap ayah dari dua anak yang pernah menjadi penyanyi pada tahun 2019 itu.

Bagi pasangan politik dari Khofifah Indar Parawansa ini musik adalah hal yang paling berkesan jika bernostalgia di Era 60-an.

"Apa yang kita kenang dari era 60 an selain ingat politik kita ingat The Beatles dan Frank Sinatra," ucapnya.

Baca: Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak: Bukan Sekadar Ban Serep

Musik bagi seorang Politisi ini adalah bagian dari sebuah peradaban (Civilization).

Pria kelahiran 20 Mei 1984 itu menegaskan, musik telah mengakar dalam kesehariannya dan seni tidak bisa dilepaskan.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Mafani Fidesya Hutauruk
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas