Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Yang Harus Dilakukan Orangtua Ketika Bayi Mengalami Gumoh

Bayi baru lahir biasanya mengalami gumoh atau mengeluarkan cairan susu atau makanan yang baru saja ditelan.

Tribun X Baca tanpa iklan

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bayi baru lahir biasanya mengalami gumoh atau mengeluarkan cairan susu atau makanan yang baru saja ditelan.

Dan gumoh dalam istilah medis disebut refluks.

Apakah orangtua perlu cemas? 

Menurut penjelasan Dr. Ade Djanwardi Pasaribu Sp.A gumoh terjadi karena sistem kerongkongan bayi yang belum optimal. Maka hal itu merupakan kondisi wajar.

Baca: Benarkah Anggapan Sering Digendong Ibunya Bakal Jadi Anak Mami Ketika Besar? Ini Kata Psikolog

"Jadi ada cincin otot antar kerongkong dan lambung yang harusnya terbuka saat menelan carian atau minuman tapi karena cincin belum optimal kerjanya jadi tertutup dan ada alira balik dari lambung ke kerongkongan," ungkap dr. Ade saat live di instagram IDAI, beberapa waktu lalu.

dr. Ade mengingatkan saat anak gumoh cepat-cepat segera dibersihkan untuk menghindari bayi menghirup gumohnya yang bisa membuat si kecil muntah.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jangan terhirup ke paru-paru, segera dibersihkan atau dimiringkan si baby-nya. Bersihkannya sampai ke daerah hidung karena hidung dan mulut bayi, masih berdekatan," kata dr. Ade.

Tipsnya lainnya untuk menghindari anak gumoh adalah mengatur waktu menyusui anak jangan sampai kekenyangan.

Baca: Amankah Bersepeda di Masa Pandemi Covid-19? Simak Penjelasan Dokter

Atur juga posisi anak setelah minum asi atau susu formula, atur posisi tubuh anak sekitar 30 derajat untuk membantu pencernaanya.

"Sesudah makan jangan tidur telentang atau 30 derajat setengah jam lah diganjal dulu, supaya turun pelan-pelan makanannya untuk mengurangi gumoh," ungkap dr. Ade.

Gumoh ini biasanya cairan keluar beleber saja berbeda dengan muntah yang biasanya dibarengi dengan tekanan dan jumlah yang lebih banyak.

Seiring pertambahan umur biasanya gumoh pada bayi juga akan berkurang karena sistem pencernaan sudah lebih optimal.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas