Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun Lifestyle

Bacaan Niat Puasa Senin Kamis, Tulisan Arab dan Latin, Beserta Manfaatnya

Inilah bacaan niat puasa Senin Kamis, tulisan arab dan latinnya, dilengkapi manfaatnya seperti berharap dapat diampuni dosa-dosanya.

Penulis: Suci Bangun Dwi Setyaningsih
Editor: Muhammad Renald Shiftanto
zoom-in Bacaan Niat Puasa Senin Kamis, Tulisan Arab dan Latin, Beserta Manfaatnya
IST
Ilustrasi puasa - Bacaan Niat Puasa Senin Kamis, Tulisan Arab dan Latinnya, Beserta Manfaatnya. 

TRIBUNNEWS.COM – Inilah bacaan niat puasa Senin Kamis, dilengkapi tulisan arab dan latinnya.

Puasa Senin Kamis merupakan puasa Sunnah yang dianjurkan Rasulullah.

Namun, apabila melaksanakan puasa Senin Kamis sebaiknya dilakukan dengan niat dan hati yang ikhlas.

Melaksanakan puasa Senin Kamis juga memiliki manfaat, seperti berharap dapat diampuni dosa-dosanya.

Baca juga: Bacaan Niat dan Doa setelah Sholat Tahajud, Lengkap dengan Lafal Zikir dan Keutamaannya

Baca juga: Panduan dan Tata Cara Sholat Istikharah, Berikut Bacaan Niat dan Doa

Berikut niat puasa Senin dan Kamis serta manfaatnya, dikutip Tribunnews.com dari Buku Pintar Panduan Lengkap Ibadah Muslimah oleh Ust. Muhammad Syukron Maksum:

Niat puasa hari Senin:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى 

Berita Rekomendasi

Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi taa'ala

Artinya: 

Saya niat puasa pada hari Senin, sunat karena Allah Ta’aalaa.

Niat puasa hari Kamis:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى 

Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: 

Saya niat puasa pada hari Kamis, sunat karena Allah Ta’aalaa.

Ilustrasi Puasa-Bacaan Niat Puasa Senin Kamis, Tulisan Arab dan Latinnya, Beserta Manfaatnya.
Ilustrasi Puasa-Bacaan Niat Puasa Senin Kamis, Tulisan Arab dan Latinnya, Beserta Manfaatnya. (Tribunnews.com)

Manfaat puasa hari Senin dan Kamis

Rasulullah menuturkan beberapa manfaat yang dapat dipetik dari puasa ini, di antaranya:

- Hari Kelahiran Rasulullah, Penetapan Kenabian dan Diturunkannya Al Qur’an

Ternyata, Rasulullah saw. manusia paling agung yang menjadi suri tauladan dalam hidup ini berulang tahun.

Tepatnya dilahirkan pada hari Senin.

Selain itu, beliau menerima wahyu pertama kali yang disampaikan oleh Jibril yang membawa risalah kenabian, juga pada hari Senin.

Hal ini berdasarkan penuturan Abu Qatadah ra. Bahwasanya Rasulullah saw. ditanya tentang berpuasa pada hari Senin.

Lalu beliau saw. bersabda: “Itu adalah hari yang saya dilahirkan di dalamnya dan hari yang saya diangkat sebagai Rasul atau hari yang pada saya diturunkan Al-Qur’an.” (HR.Muslim).

- Hari Pemeriksaan Amal

Ketika masih di dunia, pemeriksaan catatan amal sehari-hari diperiksa secara berkala.

Ternyata pemeriksaan amal itu dilakukan pada hari Senin dan Kamis.

Maka jika pemeriksaan amal itu terjadi saat kita sedang berpuasa, semoga nilai keurukan dari amal kita berkurang dan nilai amal kebaikannya bertambah.

Dalam sebuah Riwayat disebutkan, Rasulullah saw. bersabda: ”Amal perbuatan itu diperiksa tiap hari Senin dan Kamis, maka saya suka diperiksa amalku sedang saya berpuasa.” (HR. Turmudzi).

Ilustrasi puasa - Bacaan Niat Puasa Senin Kamis, Tulisan Arab dan Latinnya, Beserta Manfaatnya.
Ilustrasi puasa - Bacaan Niat Puasa Senin Kamis, Tulisan Arab dan Latinnya, Beserta Manfaatnya. (Istimewa)

- Berharap Ampunan Allah swt.

Mengapa Rasulullah saw. memberi perhatian khusus pada puasa Senin-Kamis sedemikian rupa, hingga tak pernah melewatkannya?

Hal itulah kemudian, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. membuat pada sahabat bertanya-tanya, ada apa sebenarnya dengan hari Senin dan Kamis.

Saat mereka bertanya pada beliau apa sebabnya, maka sabdanya: “Sesungguhnya amal-amal itu dipersembahkan pada tiap Senin dan Kamis, maka Allah berkenan mengampuni setiap muslim atau setiap mukmin, kecuali dua orang yang bermusuhan."

Maka firman-Nya: “Tangguhkanlah keduanya” (HR. Ahmad).

Meski demikian, ada satu amal keburukan yang tak diberi toleransi oleh Allah bagi pelakunya, yakni bermusuhan dengan sesamanya.

Maka hal ini patut kita camkan untuk senantiasa guyub, rukun dengan rekan, saudara, kolega, dan orang-orang di sekeliling kita, jika tak ingin tak mendapatkan dispensasi dari Allah swt.

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS)

Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas