Tribun Lifestyle

Cerita Megawati Suka Ambil Tanaman di Pinggir Jalan untuk Dirawat

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menceritakan alasan dirinya menyenangi tanaman.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Willem Jonata
zoom-in Cerita Megawati Suka Ambil Tanaman di Pinggir Jalan untuk Dirawat
Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menceritakan alasan dirinya menyenangi tanaman.

Bahkan, kata Presiden RI ke 5 tersebut, kadang sering mengambil tanaman dari pinggir jalan untuk kemudian dirawat dan dibudidayakan.

"Kok saya senang tanaman, kenapa saya suka ambil tanaman dari pinggir jalan? Saya pelihara lalu dibudidayakan untuk diberikan ke orang lain daripada hidup di pinggir jalan.Artinya perikemanusiaan kita yang kita berikan," kata Megawati saat meluncurkan buku 'Merawat Pertiwi, Jalan Megawati Soekarnoputri Melestarikan Alam', yang dipusatkan di kantor pusat partai di Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (24/3/2021). 

Megawati sangat menyayangi tanaman. Namun demikian, ia lebih mencintai manusia yang telah diberikan kehidupan oleh Allah SWT.

"Lah tanaman saja kita urusi, ya orang mestinya lebih kita urusi," katanya.

Baca juga: Megawati Sedih Porang Ditanam di Indonesia, Tapi Jepang Yang Untung dari Beras Shirataki

Baca juga: Megawati Cerita Risma Makin Kurus dan Sering Nangis Sejak Jadi Mensos

Oleh karena itu menurut Megawati semangat perikemanusiaan harus dijaga dan dihidupi terus, termasuk di dalam kehidupan partai politik.

Menurutnya buku yang diluncurkan tersebut,  sebenarnya bukan hanya bercerita mengenai merawat pertiwi tanaman. Tetapi juga merawat pertiwi manusia atau orang. 

"Tak perlu sama meniru saya. Sedikit saja. Kalau ada orang miskin, tolong lah. Kalau anak tak punya orang tua, peluk lah. Jangan anak sendiri malah dikampleng," katanya. 

Megawati juga menjelaskan bahwa merawat bumi juga berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, khususnya menyangkut kebutuhan pangan.

Baca juga: Megawati Ajak Politisi Belajar dari Kunang-kunang, Kodok, dan Kupu-kupu

Dia mendorong agar Indonesia benar-benar mewujudkan kedaulatan pangan, bukan ketahanan pangan. 

"Kalau ketahanan, makanan kurang, maka kita impor. Kalau kedaulatan pangan, segala yang ada di negara kita dapat kita makan, kita olah secara maksimal. Maka nanti kita bisa mengekspor bahan makanan itu," ujarnya. 

Bagi Megawati, Indonesia memiliki alam yang kaya raya. Seharusnya, para orang pintar Indonesia bisa menyatukan pikiran, fokus ke arah membangun negara dalam konsep kedaulatan pangan. 

Dalam konteks itu, Megawati meminta agar para kader PDIP harus secara aktif mencari ide-ide kreatif yang bisa dilaksanakan di daerah masing-masing.

Tujuannya satu, yakni agar bagaimana PDIP sebagai alat perjuangan untuk menyejahterakan rakyat, bukan menyejahterakan diri sendiri. 

"Jangan terpaku bahwa saya anggota PDI Perjuangan, maka harus sesuai instruksi partai. Harus berpikir luas soal kehidupan di sekitar kita, apa yang kita bisa berikan," ujarnya. 

"Kalau rakyat senang, pasti kita merasa senang. Itu filosofi yang harus kita amalkan. Kalau lingkungan kita sedih, masak kita ketawa. Nanti dibilang kita gila, orang sedih malah ketawa. Itulah namanya keseimbangan dan keselarasan kehidupan. Jadikanlah PDI Perjuangan sebagai alat perjuangan," tuturnya. 

"Masa kalian kalah dengan saya yang berumur 74 tahun? Saya masih bersemangat karena ingin kalian berkehidupan baik. Kalau rakyat sejahtera, kalian akan sejahtera. Itu pasti," pungkas Megawati

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas