Tribun Lifestyle
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kreasikan Kain untuk Busana yang Anti Ribet, Tapi Tetap Stylish

Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga kini nyatanya tidak serta merta mematahkan inovasi dan kreatifitas dunia fashion.

Kreasikan Kain untuk Busana yang Anti Ribet, Tapi Tetap Stylish
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Pengunjung memilih busana hijab yang dipamerkan pada gelaran Indonesia Hijabfest di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/4/2021). Pameran yang diikuti sekitar 80 brand hijab tersebut akan berlangsung hingga 10 April 2021. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga kini nyatanya tidak serta merta mematahkan inovasi dan kreatifitas dunia fashion.

Menyesuaikan pada kebutuhan sekarang, busana yang simple tapi tetap stylish menjadi andalan setiap orang.

Bahkan, kini kain panjang bisa diubah menjadi penunjang busana agar semakin tampak elegan dan modern.

Yang jelas, tidak terlalu rumit dan bahkan tanpa perlu dipotong dan dijahit. 

Dalam dalam acara Webinar Fashion Trend 2021, Kamis (8/4/2021), beberapa desainer menunjukkan bagaimana mengkreasikan kain. Salah satunya memanfaatkan kain tradisional dan bahan sisa yang ada di rumah.

Baca juga: Ibu Negara Turki Direncanakan Akan Hadiri Fashion Show Busana Muslim Gelaran KBRI Ankara

Menurut pemaparan Deden, kain panjang kini tidak perlu digunting namun bisa hanya dengan jahit tangan. Khususnya kain tradisional seperti tenun dan batik. Terlalu sayang untuk dipotong. Oleh karenanya, kain bisa dijahit secara lurus dan diberi dua lubang untuk tangan.

"Dari kain sisa juga bisa. Tidak kotak utuh, bisa disiasati untuk menutup bagian tubuh tertentu seperti perut. Kain berbentuk selendang juga bisa dibikin jahit sedikit untuk lubang tangan," katanya pada webinar secara virtual, Kamis (8/4/2021).

Selain itu, kain yang telah dijadikan outer bisa pula diberi kilau seperti Bros. Deden mengatakan tidak harus menggunakan kain panjang, bisa dimodifikasi sesuai selera masing-masing.

Selain itu Deden juga menyajikan hasil padupadan kain Songket asal Padang Pariaman.

Ia tidak menggunting kain tersebut, namun memberikan sedikit jahitan menggunakan tali. Deden juga menambahkan sisa olahan bahan di bagian pinggang.

"Tinggal diikat di pinggang karena sayang digunting songket. Bisa ditambahkan apron atau sedikit kain dari sisa bahan yang mengkilat. Hiasan dari bros yang rusak pun bisa ditempeli ke sini untuk mempercantik," katanya.

Ikuti kami di
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas