Tribun Lifestyle

Virus Corona

Anak Kehilangan Orangtua karena Covid-19 Perlu Rehabilitasi Psikososial

Melalui penelitian The Lancet, terdapat 1,5 juta anak di seluruh dunia kehilangan orang tua karena Covid-19.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
Anak Kehilangan Orangtua karena Covid-19 Perlu Rehabilitasi Psikososial
Thinkstock
Ilustrasi anak mengalami depresi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anak-anak menjadi pihak yang paling terdampak selama pandemi Covid-19.

Melalui penelitian The Lancet, terdapat 1,5 juta anak di seluruh dunia kehilangan orang tua karena Covid-19.

Untuk SOS Children’s Villages Indonesia sendiri, berfokus bagaimana hak anak dapat terus dipenuhi selama pandemi Covid-19

Sejak 49 tahun lalu, SOS Children's Villages Indonesia berkomitmen memberikan pengasuhan alternatif berbasis keluarga. Teruntuk anak-anak yang kehilangan orang tua. 

Dan juga merasakan prihatin serta memberikan perhatian mendalam kepada kondisi saat ini yakni banyak anak yang kehilangan pengasuhan karena orang tua mereka meninggal akibat COVID-19.

National Director SOS Children’s Villages Indonesia, Gregor Hadi Nitihardjo menyatakan, bahwa ada 8 lokasi Desa Anak SOS sebagai wujud pengasuhan alternatif berbasis keluarga atau Family Like Care. 

Baca juga: Beri Tali Asih kepada Keluarga Kader PDIP Korban Covid, Megawati: Jangan Putus Asa

Baca juga: Kesulitan Uang akibat Terdampak Pandemi Covid-19, Warga Jepang Rela Jadi Yami Baito

Dari 8 lokasi tersebut, SOS Children’s Villages Indonesia siap menerima 300 anak yang telah kehilangan orang tua akibat COVID-19. Tentunya sebagai gerbang terakhir pengasuhan anak. 

SOS Children’s Villages Indonesia juga mengapresiasi program bantuan sosial yang sudah digulirkan oleh Pemerintah. Dalam hal ini Kementerian Sosial, untuk merespon kondisi anak yang kehilangan orang tua karena COVID-19. 

Baca juga: Nasdem Tak Mau Ikut-ikutan Pasang Baliho Capres: Saat Ini Waktunya Perangi Pandemi Covid

Selanjutnya, SOS Children’s Villages Indonesia juga merekomendasikan pemerintah pusat dan daerah memberikan rehabilitasi psikososial bagi anak-anak yang kehilangan orang tua. 

Sekaligus bagi pengasuh yang keluarga atau saudaranya meninggal akibat Covid-19. Karena kondisi ini akan berpengaruh besar pada kesehatan mental bagi mereka yang ditinggalkan. 

"Walaupun tidak tinggal dengan orang tua kandungnya, namun tetap harus merasakan adanya keluarga. Itulah inti dari Pengasuhan Alternatif Berbasis Keluarga. Pengasuhan yang bukan dilakukan oleh keluarga inti, namun tetap memberikan pengasuhan yang berkualitas,” papar Gregor Hadi Nitihardjo ungkapnya pada seminar virtual, Kamis (30/9/2021).

SOS Children’s Villages mendorong semua pihak untuk tetap mempertahankan adik-kakak yang kehilangan pengasuhan orang tua untuk tetap tinggal bersama.

Karena menurutnya jika dipisahkan, tidak akan sejalan dengan prinsip kepentingan terbaik anak serta partisipasi anak. SOS Children's Villages Indonesia juga siap membantu pemerintah untuk merealisasikan rekomendasi yang dapat dijalankan bersama tersebut. 

"Komitmen kami dari SOS Children's Villages Indonesia untuk memastikan setiap anak yang kehilangan orang tua akibat covid-19, agar mendapatkan pengasuhan terbaik," pungkasnya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas