Tribun Lifestyle

Konsumsi Kental Manis dengan cara Diseduh Tingkatkan Risiko Diabetes dan Obesitas

Kandungan gula dalam susu kental manis tergolong cukup tinggi untuk dikonsumsi.

Editor: Willem Jonata
Konsumsi Kental Manis dengan cara Diseduh Tingkatkan Risiko Diabetes dan Obesitas
iStock
Ilustrasi susu kental manis. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator Kelompok Subtansi Standardisasi Bahan Baku, Kategori, Informasi dan Harmonisasi Pangan Olahan, Yeni Restiani mengatakan, regulasi telah mengatur penggunaan susu kental manis hanya untuk topping bukan untuk diseduh.

"Kami sudah menuangkan dalam regulasi peraturan badan POM nomor 31 tahun 2018 tentang label pangan olahan jadi memang ditegaskan pula bahwa penggunaan yang benar itu digunakan sebagai topping misalnya untuk martabak, campuran kopi, coklat, dan lain-lain," ungkapnya.

Mengkonsumsi susu kental manis dengan cara diseduh ternyata bisa meningkatkan risiko diabetes hingga obesitas.

Pada anak-anak terlebih lagi bayi di bawah 1 tahun, konsumsi susu kental manis dapat mengakibatkan gangguan gizi dan tumbuh kembang anak.

Dalam kondisi yang lebir parah, anak dapat mengalami gizi buruk dan stunting.

Dokter Spesialis Gizi Klinik, Dr. dr. Inge Permadhi, SpGK mengungkap alasan di balik larangan menyeduh susu kental manis.

Baca juga: Kadar Gula Tinggi, Begini Cara Tepat Mengonsumsi Kental Manis

Kandungan gula dalam susu kental manis tergolong cukup tinggi untuk dikonsumsi.

Padahal, saat dikonsumsi dengan cara diseduh, jumlah susu kental manis yang digunakan cenderung dalam jumlah banyak jika tak ingin terasa hambar.

Juga, menyeduh susu kental manis dapat mengakibatkan masyarakat berasumsi minuman ini adalah susu dan memiliki kandungan gizi yang baik untuk anak.

Hal ini berbeda halnya jika susu kental manis digunakan sebagai topping untuk dikonsumsi bersama makanan lain.

"Bisa dicek di tabel gizi yang ada di kemasan susu kental manis.

Berapa kandungan proteinnya?, coba dibandingkan dengan produk susu sebenarnya. Biasanya jauh lebih sedikit," jelas Inge Permadhi.

Senada dengan Inge, dr. Ranti Astria Hannah, SpA, IBCLC, mengatakan penggunaan kata- kata susu dalam susu kental manis telah menyebabkan kesalahan persepsi masyarakat.

"Takutnya di salah artikan oleh publik, dianggap susu kental manis adalah susu (minuman yang di jadikan bahan pelengkap untuk memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, dan kalsium) terutama untuk anak- anak.

Baca juga: Perbedaan Susu Murni dan Susu Segar, serta Susu Evaporasi dan Susu Kental Manis

Kenyataannya susu kental manis memang berasal dari sapi yang sudah di padatkan dan juga di tambah gula, sehingga kandungan protein lebih sedikit, tapi kandungan gula lebih banyak, oleh karenanya susu kental manis tidak bisa di anggap/ di sebut sebagai susu", ujar Ranti.

Lebih lanjut, dokter spesialis anak di RSIA Kemang Medical Care di Jakarta Selatan ini menganjurkan, jika ingin mengkonsumsi susu kental manis di sarankan sebagai pelengkap dari makanan, misalnya pada kue, roti, es campur yang di konsumsi tidak setiap hari dan tidak di konsumsi atau dijadikan sumber sebagai sumber utama.

Efek buruk jika mengkonsumsi susu kental manis sehari- hari 1- 2 gelas bagi anak- anak , nantinya terjadi meningkatkan resiko penyakit seperti Diabetes Melitus walaupun terjadinya pada anak tersebut dewasa dan bayi kekurangan protein dalam waktu lama akan terjadi kondisi anak yang pendek (tinggi tidak sesuai seharusnya) karna kekurangan gizi dan protein," pungkasnya.

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas