Tribun Lifestyle

Pentingnya Membangun Kesadaran Memilah Sampah Plastik Sejak Dini

Dengan menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak dini memperbesar peluang untuk menciptakan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan ketika saat dewasa

Editor: Eko Sutriyanto
Pentingnya Membangun Kesadaran Memilah Sampah Plastik Sejak Dini
Tribunnews/Jeprima
Pekerja merapikan tumpukan limbah plastik yang telah dicacah untuk didaur ulang di kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (18/9/2021). Pemerintah bekerja keras mewujudkan komitmen global untuk menanggulangi sampah plastik yang mulai mengancam lingkungan saat ini. Menurut data lembaga kajian ekologi dan konservasi lahan basah, dalam setahun ada 8 juta ton sampah plastik se-Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, dan dari jumlah tersebut 3 juta ton bisa diolah sementara 5 ton tidak terkelola. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM,  JAKARTA – Menumbuhkan kesadaran akan pengendalian sampah plastik sejak dini merupakan hal yang penting untuk dilakukan, karena kesadaran bukanlah sesuatu yang tumbuh dengan sendirinya melainkan dibutuhkan pengenalan dan pembiasaan.

Apalagi laporan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam indeks ketidakpedulian lingkungan hidup 2018 menyatakan, masih ada 72 persen masyarakat yang tidak peduli dengan sampah.

Psikolog,  Saskhya Aulia Prima M.Psi mengatakan, membangun kesadaran akan memilah sampah plastik yang merupakan bagian pengendalian sampah saat masih anak-anak lebih mudah dibandingkan kepada orang dewasa.

"Saat masa tumbuh kembang adalah waktu terbaik untuk menstimulasi anak akan berbagai ilmu termasuk memilah sampah," kata Saskhya Aulia Prima saat pelucuran kampanye #BijakPlastikSejakDini secara daring belum lama ini.

Dengan menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak dini, kata dia akan memperbesar peluang untuk menciptakan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan ketika beranjak dewasa.

Baca juga: Mahasiswa yang Pertanyakan Kompetensi Dedi Mulyadi Punguti Sampah Akhirnya Buka Suara: Saya Panik

Co-founder Rumah Psikologi TigaGenerasi  ini menambahkan, pada dasarnya anak cenderung mempelajari hal baru dengan mengikuti kebiasaan yang sering mereka lihat.

“Orangtua bisa memberikan pemahaman atau pengetahuan lewat berbagai macam media, seperti video, buku cerita, dan penjelasan praktis sesuai usia yang membantu mereka untuk lebih memahami pentingnya bijak menggunakan plastik,” ujar Saskhya.

Mendorong orangtua agar memberikan contoh edukasi yang ramah lingkungan ke anak-anaknya, Mondelez menggelar kampanye #BijakPlastikSejakDini.

Khrisma Fitriasari, Head of Corporate & Government Affairs Mondel─ôz Indonesia menjelaskan, pihaknya ingin memberi edukasi terkait nilai ekonomi dari sampah plastik dan pemanfaatannya sebagai barang berguna.

Sebagai tahap awal, kegiatan ini dilakukan dengan menghadirkan Bank Sampah di dua sekolah dasar, yaitu SDN Duren Tiga 13 dan 14 di Jakarta Selatan dengan melibatkan partisipasi seluruh komponen sekolah, mulai dari peserta didik, guru, orangtua hingga partisipasi karyawan Mondelez Indonesia.

Sejak dimulai di bulan Februari 2021, bank sampah telah mengumpulkan lebih dari 2 ton sampah plastik, yang kemudian didaur ulang menjadi berbagai furniture untuk sekolah.

Mereka menggandeng Kertabumi Recycling Center sebagai partner dalam pelaksanaan kegiatan ini, mulai dari tahap perencanaan, pengumpulan, hingga pengolahan sampah menjadi produk bermanfaat bagi sekolah. 

Rangkaian kegiatan dari inisiatif #BijakPlastikSejakDini ini terbagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu membangun pemahaman, konsisten memberi dukungan, dan apresiasi atas pencapaian. Proses membangun pemahaman dilakukan melalui berbagai workshop yang diikuti oleh seluruh komponen sekolah. (Warta Kota/Lilis S)

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul  Inspirasi untuk Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas