Doa sebelum Bekerja, Biar Hati Tenang dan Kerja Dilancarkan
Doa sebelum bekerja dapat dibaca sebelum melakukan aktivitas sehari-hari. Ada doa pembuka rizqi dari setiap penjuru dan mendapatkan rizqi yang halal.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Bobby Wiratama
TRIBUNNEWS.COM - Bekerja merupakan salah satu bagian syarat wajib bagi umat Islam untuk bisa hidup dalam kehidupan.
Doa sebelum bekerja menjadi sarana memohon pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT sebelum beraktivitas.
Bekerja bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga bagian dari ibadah jika dilakukan dengan niat yang benar.
Melalui doa, kita berharap dimudahkan dalam bekerja, dijauhkan dari hal yang haram, dan dilindungi dari kesulitan.
Muslim/muslimah dapat mengawali aktivitas bekerja dengan membaca doa-doa berikut ini yang terdapat di buku Kumpulan Do'a Sehari-hari yang diterbitkan Kementerian Agama tahun 2013.
Doa Mohon Kemudahan Bekerja
Tulisan Arab:
بِسْمِ اللهِ عَلَى نَفْسِيْ وَمَالِيْ وَدِيْنِيْ. اَللّهُمَّ رَضِّنِيْ بِقَضَائِكَ وَبَارِكْ لِيْ فِيْ مَا قُدِّرَ لِيْ حَتَّى لَا أُحِبَّ تَعْجِيْلَ مَا أَخَّرْتَ وَلَا تَأْخِيْرَ مَا عَجَّلْتَ.
Tulisan Latin:
Bismillahi ‘alaa nafsi wa maalii wa diini. alloohumma rodhdhini bi qodhooika wa baarik lii fi maaquddiro’ alaihi hatta laa uhibbu ta’jiila maa akhkhor ta walaa ta’khiiro maa ‘ajjalta.
Artinya: "Dengan nama Allah, semoga Engkau menjaga diri kami, harta kami dan agama kami. Wahai Allah, ridhailah kami dari ketetapan-Mu dan berilah berkah kepada kami pada segala apa yang telah Engkau putuskan sehingga kami Tidak suka apa yang Engkau mempercepatkan apa yang Engkau akhirkan dan tidak pula menyukai mengakhirkan apa yang Engkau cepatkan."
Baca juga: Doa Awal Masuk Sekolah dan Saat Pulang, Biar Ilmu Makin Berkah
Doa Pembuka Rizqi dari Setiap Penjuru
Tulisan Arab:
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَدَدَ اَنْوَاعِ الرِّزْقِ وَالْفُتُوْحَاتِ، بَابَاسِطَ الَّذِيْ يبَْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَآء بِغَيْرِ حِسَابٍ اُبْسُطْ عَلَيَّ رِزْقًا كَثِيْرًا مِنْ كُلِّ جِهَةٍ مِنْ خَزَائِنِ رِزْقِكَ بِغَيْرِ مِنَّةٍ مَخْلُوْقٍ بِفَضْلِكَ وَكَرَمِكَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Tulisan Latin:
Allahumma shalli 'ala sayyidinaa Muhammadin 'adada anwaa'ir-rizqi wal futuuhaati. Yaa baasithar-rizqa liman tasyaa'u bighairi hisaabin, ubsuth 'alayya rizqan katsiiran min kulli jihatin min khazaa'ini rizqika bighairi minnin min makhlukhin bifadhlika wa karamika, wa shalli 'ala alihi wa shahbihi wa sallim.
Artinya: "Wahai Allah limpahkanlah rahmat atas junjungan kita Nabi Muhammad Saw; sebanyak aneka rupa rizqi. Wahai Dzat Yang Maha Meluaskan rizqi kepada orang yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. Luaskan dan banyakanlah rizqiku dari segenap setiap penjuru dan perbendaharaan rizqi-Mu tanpa pemberian dari makhluk, berkat kemurahan-Mu jua. Dan limpahkanlah pula rahmat dan salam atas dan para sahabat beliau."
Doa untuk Mendapatkan Rizqi yang Halal
Tulisan Arab:
اللَّهُمَّ يَا غَنِيُّ يَا حَمِيدُ يَا مُبْدِئُ يَا مُعِيدُ يَا رَحِيمُ يَا وَدُودُ اغْنِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ
Tulisan Latin:
Allahumma yaa ghaniyyu yaa hamiidu yaa mubdi'u yaa mu'iidu yaa rahiimu yaa waduud, aghnini bi halaalika 'an haraamika wa aghnini bi fadhlika 'amman siwaaka washallallahu 'ala muhammadin wa 'alaa aalihi wa sahbihi wa sallam.
Artinya: "Wahai Allah, wahai Dzat Yang Maha Kaya, wahai Dzat Yang Maha Terpuji, wahai Dzat Yang memulai, wahai Dzat Yang Mengembalikan, wahai Dzat Yang Maha Penyayang, wahai Dzat Yang Maha Mencintai. Cukupilah kami dengan kehalalan-Mu dari keharaman-Mu. Cukupilah kami dengan anugerah-Mu dari selain Engkau. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad Saw. keluarga dan sahabat beliau."
Dalil Al-Quran dan Hadis tentang Bekerja
Dalam Islam, bekerja keras adalah kewajiban untuk mensyukuri nikmat Allah.
Ada banyak dalil dan hadis mengenai kewajiban bekerja, seperti yang disusun dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas XII SMA/SMK berikut ini:
1. Q.S At-Taubah/9: 105
Artinya: “Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”.
2. Q.S. al-Fushilat/41: 5
Artinya: Mereka berkata: “Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya dan telinga kami ada sumbatan dan antara kami dan kamu ada dinding, maka bekerjalah kamu; sesungguhnya kami bekerja (pula).”
3. Q.S. Yasin/ 36: 12
Artinya: Kami menuliskan apa-apa yang mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan.
4. Q.S. al-An’am/6: 164
Artinya: “Katakanlah: “Apakah Aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.
5. Q.S. al-Qashash/28: 77
Artinya: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagian-mu dari (keni’matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.
6. Dari Abu Abdillah Zubair bin Awwam, ia berkata Rasulullah ﷺ bersabda:
ﻷَﻥْ ﻳَﺄْﺧُﺬَ اَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﺍَﺣْﺒُﻠَﻪُ ﺛُﻢَّ ﻳَﺎْﺗِﻰ ﺍﻟْﺠَﺒَﻞَ ﻓَﻴَﺎْﺗِﻰَ ﺑِﺤُﺰْﻣَﺔٍ ﻣِﻦْ ﺣَﻄَﺐٍ ﻋَﻠَﻰ ﻇَﻬْﺮِﺥِ ﻓَﻴَﺒِﻴْﻌَﻬَﺎ ﻓَﻴَﻜُﻒَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﺑِﻬَﺎ ﻭَﺟْﻬَﻪُ ﺧَﻴْﺮٌﻟَﻪُ ﻣِﻦْ ﺍَﻥْ ﻳَﺴْﺄَﻝَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﺍَﻋْﻄَﻮْﻩُ ﺍَﻭْ ﻣَﻨَﻌُﻮْﻩُ .
“Sesungguhnya, seorang di antara kalian membawa tali-talinya dan pergi ke bukit untuk mencari kayu bakar yang diletakkan di punggungnya untuk dijual sehingga ia bisa menutup kebutuhannya, adalah lebih baik daripada meminta-minta kepada orang lain, baik mereka memberi atau tidak”. (H.R. Bukhari, no. 2073).
7. Selain itu, Allah lebih mencintai orang-orang yang berusaha daripada mereka yang kehilangan motivasi untuk bekerja.
Disebutkan dalam dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda:
الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. (H.R. Muslim, no. 2664).
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.