Doa Bercermin agar Terhindar dari Sombong dan Mencela Fisik Sendiri
Doa bercermin dibaca agar seorang muslim terhindar dari kesombongan dan mencela fisik sendiri. Doa ini diambil dari hadis Ahmad dan Ibnu As-Sani.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Whiesa Daniswara
TRIBUNNEWS.COM - Doa bercermin adalah salah satu doa harian sebagai bentuk syukur atas nikmat rupa yang Allah berikan.
Selain itu, doa bercermin bertujuan agar seorang muslim tidak sombong dengan penampilannya karena semua itu merupakan pemberian Allah.
Dalam Al-Quran Surat At-Taghabun ayat 3 disebutkan:
“Dia menciptakan langit dan bumi dengan benar, Dia membentuk kamu lalu memperindah bentukmu, dan kepada-Nyalah kembali(-mu).”
Bercermin diperlukan untuk melihat penampilan diri sendiri apakah sudah rapi dan sopan atau belum.
Seorang muslim hendaknya berpakaian yang sopan dan tidak bermewah-mewahan, apalagi dengan kesombongan.
"Barang siapa menyeret pakaiannya karena sombong (khuyalā’), maka Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat." (HR. Bukhari dan Muslim)
Ketika bercermin, yang perlu diperhatikan adalah pakaian yang dikenakan harus menutup aurat.
Allah berfirman dalam Al-Quran Surat Al-A'raf ayat 26:
"Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan sebagai perhiasan."
Batasan aurat laki-laki yaitu di bawah pusar dan di atas kedua lutut.
Baca juga: Doa Memakai Pakaian Menurut Islam, Sunnah Rasulullah yang Jarang Diketahui
Sedangkan batas aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
Selain itu, seorang muslim dilarang berdandan berlebihan untuk menarik perhatian orang lain.
"...dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak... dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, dan hendaknya mereka tidak menepakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang disembunyikan.” (QS. An-Nur ayat 31)
Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kemenag tahun 2013 disebutkan doa ketika bercermin yang diambil dari hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu As-Sani.
Doa Bercermin
اللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنْ خُلُقِي
Allahumma kamaa hassanta khalqi fahassin khuluqi.
Artinya: "Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pulalah akhlakku." (HR. Ahmad).
الْـحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي سَوَّى خَلْقِي، فَعَدَلَهُ، وَكَرَّمَ صُورَتِي، فَأَحْسَنَهَا، وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Alhamdulillāhilladzī sawwā khalqī, fa'adalahu, wa karrama ṣūratī fa-aḥsanahā, wa ja‘alanī minal-muslimīn.
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang menyempurnakan kejadianku dan memperindah dan memuliakan rupaku lalu, membaguskannya dan menjadikan aku orang Islam." (HR. Ibnu Ibnu as-Sunni dalam ‘Amal al-Yaum wa al-Lailah, no. 358)
Adab ketika Bercermin
Seorang muslim sebaiknya memperhatikan adab atau etika ketika bercermin agar tidak menimbulkan keburukan.
1. Mengucapkan doa bercermin
Berdasarkan ajaran Islam, doa bercermin yang diajarkan adalah:
Allāhumma anta ḥassanta khalqī fa ḥassin khuluqi.
Artinya: Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah ciptaanku, maka perindahlah akhlakku.
2. Tidak berlama-lama bercermin
Bercermin sebaiknya dilakukan secukupnya untuk merapikan diri dan tidak berlebihan agar tidak menimbulkan kesombongan.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis, "Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan seberat biji sawi." (HR. Muslim)
3. Memuji Allah saat melihat ciptaan-Nya
Tujuan bercermin dapat diniatkan untuk mengingat bahwa tubuh dan wajah adalah karunia Allah yang patut disyukuri.
Tanpa rasa sombong, seorang muslim dapat memuji Allah yang telah menciptakan dirinya dan melihat kesempurnaan itu pada dirinya.
4. Bercermin di tempat yang layak
Hindari bercermin di tempat yang tidak sopan atau tidak sesuai adab.
Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti mengganggu orang lain.
5. Tidak menghina diri sendiri
Tidak mencela fisik sendiri ketika bercermin dan menghilangkan pemikiran buruk tentang diri sendiri.
Mencela diri sendiri berarti tidak ridha pada ciptaan Allah dan tidak mensyukuri nikmat yang Allah berikan.
Sebagaimana dalam Al-Quran disebutkan bahwa Allah menciptakan manusia dalam wujud yang sebaik-baiknya.
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." (QS. At Tin ayat 4)
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.