Doa Keluar Rumah Agar Terhindar dari Gangguan Setan dan Marabahaya
Doa keluar rumah dibaca ketika meninggalkan rumah agar dilindungi oleh Allah dari gangguan setan dan bahaya ketika berada di luar rumah.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Pravitri Retno W
TRIBUNNEWS.COM - Doa keluar rumah dibaca ketika seseorang melangkahkan kakinya meninggalkan rumah.
Doa ini merupakan bentuk permohonan agar Allah selalu melindunginya di mana pun ia berada.
Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menjelaskan, doa keluar rumah diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Imam at-Tirmidzi, Imam an-Nasa'i, dan Imam Ibnu Majah.
Tujuannya agar Allah melindunginya dari hal-hal buruk ketika keluar rumah seperti tersesat, tergelincir, dizalimi atau mengalami hal yang merugikannya.
Anjuran berdoa sebelum keluar rumah dan bertawakkal disebutkan dalam Al-Quran Surat At-Talaq ayat 3, yang artinya:
“Dan barang siapa bertawakkal kepada Allah, maka Dia (Allah) akan mencukupkan (keperluannya).”
Adapun doa keluar rumah disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi, yang berbunyi:
Bismillāhi tawakkaltu ʿalallāh, wa lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda "Siapa yang mengucapkannya ketika keluar rumah, maka dikatakan kepadanya: “Kamu diberi petunjuk, dicukupkan dan dilindungi; setan menjauh darimu.”
Hadis tersebut diriwayatkan di beberapa kitab termasuk Sunan Abu Dawud, at-Tirmidzi dan tercantum pula di Riyad as-Salihin.
Selengkapnya, Kementerian Agama RI mencantumkan doa keluar rumah dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan tahun 2013.
Baca juga: Doa Bercermin agar Terhindar dari Sombong dan Mencela Fisik Sendiri
Doa Keluar Rumah
بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Bismillāhi, tawakkaltu ‘alallāh, wa lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh.
Artinya: "Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
atau
بِسْمِ اللَّهِ آمَنْتُ بِاللَّهِ، بِسْمِ اللَّهِ تَوَجَّهْتُ لِلَّهِ، بِسْمِ اللَّهِ اعْتَصَمْتُ بِاللَّهِ، بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ
Bismillāhi amantu billāhi, Bismillāhi tawajjahtu lillāh, Bismillāhi ‘tasamtu billāh, Bismillāhi tawakkaltu ‘alallāh wa lā ḥawla wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil ‘aẓīm.
Artinya: "Dengan nama Allah aku beriman kepada Allah. Dengan nama Allah aku hadapkan diriku kepada Allah. Dengan nama Allah aku berlindung kepada Allah. Dengan nama Allah aku berserah diri kepada Allah, tiada daya upaya dan tiada kekuatan melainkan atas izin Allah yang Maha Luhur lagi Maha Agung." (HR. Abu Dawud)
Doa Mohon Perlindungan Keluar Rumah
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ
Allaahumma innii a'uudzubika an adhilla aw udhalla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala 'alaiya.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tersesat atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, berbuat zalim atau dizalimi, dan berbuat bodoh atau dibodohi.”
Doa Masuk Rumah
بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا، وَبِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا، وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا، ثُمَّ لِيُسَلِّمْ أَحَدُكُمْ عَلَى أَهْلِهِ
Bismillāhi walajnā, wa bismillāhi kharajnā, wa ‘alallāhi rabbinā tawakkalnā, tsumma liyusallim aḥadukum ‘alā ahlihi.
Artinya: “Dengan nama Allah kami masuk, dengan nama Allah kami keluar, dan kepada Allah Tuhan kami, kami bertawakal. Kemudian hendaklah salah seorang dari kalian memberi salam kepada keluarganya.” (HR. Abu Dawud)
Adab Keluar Rumah
Dalam ajaran Islam, penting untuk menjaga etika dan sopan santun ketika keluar rumah.
Tujuannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan tetap berada dalam perlindungan Allah, seperti dijelaskan di laman Muhammadiyah.
1. Mengucapkan doa keluar rumah
Ketika seorang muslim keluar rumah, ia dianjurkan untuk membaca doa.
Rasulullah bersabda, “Apabila seseorang keluar dari rumahnya lalu mengucapkan: Bismillāhi tawakkaltu ‘alallāh, lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh, maka dikatakan kepadanya: Engkau telah diberi petunjuk, dicukupkan, dan dilindungi.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
2. Memakai pakaian yang menutup aurat dan pantas
Baik untuk laki-laki maupun perempuan, disunnahkan keluar rumah dengan pakaian yang sopan dan tidak berlebihan.
Dalam Al-Quran Surat An-Nur ayat 31 dan Surat Al-Ahzab ayat 59 disebutkan:
“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan jangan menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka, putra-putra mereka, putra-putra suami mereka, saudara-saudara mereka, putra-putra saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara perempuan mereka, perempuan-perempuan (sesama muslimah), hamba sahaya yang mereka miliki, pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap perempuan, atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31)
“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal (sebagai perempuan terhormat), sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)
3. Tidak memakai wangi-wangian berlebihan (khusus wanita)
Rasulullah melarang wanita keluar rumah dengan wewangian yang dapat mengundang perhatian laki-laki.
“Jika seorang wanita memakai wewangian lalu berjalan melewati orang banyak agar mereka mencium baunya, maka ia seperti seorang pezina, dan beliau (Rasulullah) mengucapkannya dengan nada keras.” (HR. Abu Dawud no. 4173).
4. Bertawakal kepada Allah
Keluar rumah disertai keyakinan bahwa semua urusan ada di tangan Allah, sambil tetap berusaha.
Hal ini disebutkan dalam Al-Quran Surat At-Talaq ayat 3 yang artinya:
"Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Dia akan mencukupkan (keperluannya). Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu."
5. Melangkah dengan kaki kiri atau kanan?
Dalam keluar rumah, tidak ada hadis sahih yang mewajibkan kaki tertentu.
Namun sebagian ulama menyunnahkan kaki kiri saat keluar dari masjid dan kaki kanan saat masuk rumah.
Untuk rumah pribadi, yang utama adalah membaca doa dan bertawakal.
6. Tidak menyombongkan diri di jalan
Keluar rumah dengan sikap tawadhu, bukan untuk pamer atau berbangga diri.
Hal ini karena Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.
"Dan janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri." (QS. Luqman: 18)
Adab Masuk Rumah
Seorang muslim dianjurkan untuk memperhatikan etika ketika memasuki rumah menurut ajaran Islam.
Di bawah ini beberapa etika yang perlu diperhatikan oleh seorang muslim.
1. Mengucapkan salam
Seorang muslim sebaiknya mengucapkan salam ketika memasuki rumah, baik rumah itu kosong mau pun ada penghuninya.
Rasulullah ﷺ bersabda: "Apabila seseorang di antara kalian masuk ke rumahnya, hendaklah ia mengucapkan salam (kepada keluarganya), maka salam itu akan menjadi berkah baginya dan bagi keluarganya." (HR. Tirmidzi no. 2698)
Jika rumah kosong, tetap dianjurkan mengucapkan salam, misalnya: "Assalamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibadillahi shalihin."
2. Menyebut nama Allah (membaca basmalah)
Sesaat sebelum masuk rumah, seorang muslim dianjurkan membaca Bismillah untuk mencegah setan ikut masuk.
Rasulullah bersabda: "Apabila seseorang masuk ke rumahnya dan menyebut nama Allah ketika memasukinya dan ketika makan, setan berkata: ‘Tidak ada tempat bermalam dan tidak ada makan malam bagi kalian (para setan).’" (HR. Muslim no. 2018)
3. Berdoa ketika masuk rumah
Selain mengucapkan salam, seorang muslim dapat membaca doa masuk rumah seperti yang diajarkan oleh Rasulullah.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ المَوْلَجِ وَخَيْرَ المَخْرَجِ، بِسْمِ اللهِ وَلَجْنَا، وَبِسْمِ اللهِ خَرَجْنَا، وَعَلَى اللهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan tempat masuk dan kebaikan tempat keluar. Dengan nama Allah kami masuk, dengan nama Allah kami keluar, dan kepada Allah Tuhan kami kami bertawakal." (HR. Abu Dawud no. 5096)
4. Masuk dengan kaki kanan terlebih dahulu
Seperti adab dalam banyak aktivitas baik lainnya, kaki kanan lebih diutamakan, seperti apa yang disebutkan dalam hadis.
Diriwayatkan dari 'Aisyah radhiyallāhu ‘anhā, beliau berkata: “Nabi ﷺ sungguh menyukai memulai dengan (anggota tubuh) kanan, baik ketika mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci, maupun dalam seluruh urusannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
5. Mengetuk pintu atau meminta izin sebelum masuk
Dalam Al-Qur’an Surat An-Nur ayat 27, Allah memerintahkan untuk meminta izin sebelum memasuki rumah orang lain.
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah-rumah selain rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu agar kamu mendapat pelajaran.” (QS. An-Nur ayat 27)
6. Tidak masuk dengan tiba-tiba
Sebaiknya tidak langsung masuk ke rumah dan tidak masuk secara tiba-tiba.
Sebelum masuk, baikna memberi jeda waktu setelah mengetuk agar penghuni rumah siap menerima tamu atau anggota keluarga.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.