Doa setelah Sholat Sendiri di Rumah, Bisa Diamalkan Setiap Hari
Sholat fardhu dapat dilakukan sendiri di rumah. Setelah sholat, seorang muslim dianjurkan untuk memanjatkan doa kepada Allah Swt.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Febri Prasetyo
Ringkasan Berita:
- Setelah sholat, setiap muslim dianjurkan untuk berdoa kepada Allah Swt.
- Doa tersebut misalnya sayyidul istighfar, doa kedua orang tua, doa keselamatan dunia akhirat, dll.
- Selain berdoa, setiap muslim juga dianjurkan memperbanyak membaca dzikir.
TRIBUNNEWS.COM - Doa setelah sholat fardhu dapat dibaca rutin setiap hari.
Sholat fardhu lima waktu terdiri dari sholat subuh, duhur, asar, maghrib dan isya.
Pelaksanaannya dapat dilakukan sendiri maupun berjamaah, asalkan berada di tempat yang bersih dan suci.
Setelah sholat fardhu, setiap muslim dianjurkan untuk berdoa dan tidak terburu-buru untuk menyelesaikan ibadahnya.
Para ulama sufi menyusun kitab-kitab yang memuat doa-doa wirid atau doa rutin yang dapat dibaca setiap selesai sholat.
Dalam buku Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas VII terbitan Kementerian Agama terdapat doa-doa setelah sholat.
Doa-doa di bawah ini juga dilengkapi doa dari buku Tradisi Wiridan Masyarakat Banjar Sesudah Salat Fardhu: Studi Asal-Usul dan Varian Bacaan oleh Dr. H. Akhmad Sagir, M.Ag. dan Mubarak, M.A.
Doa Setelah Sholat Sendiri
1. Membaca Syahadat
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
Asyhadu an lā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muhammadan rasūlullāh
Arti: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.”
Baca juga: Doa Perlindungan dari Segala Kejahatan dan Keburukan Dunia
Lalu, membaca:
اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُودُ السَّلَامُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Allāhumma Antas-Salām, wa minka as-Salām, wa ilaika ya‘ūdu as-Salām. Faḥyina Rabbana bis-Salām, wa adkhilnal-jannata Dāra as-Salām, tabārakta Rabbana wa ta‘ālaita, yā Dzal-Jalāli wal-Ikrām.
Arti: "Ya Allah! Engkaulah (pemilik) kedamaian, dari Engkaulah kedamaian, dan kepada Engkaulah kembalinya kedamaian. Oleh karena itu hidupkanlah kami, wahai Tuhan kami, dengan penuh kedamaian. Masukkanlah kami ke dalam surga, rumah kedamaian. Engkau, ya Tuhan kami, Maha Suci dan Maha Tinggi, wahai Zat Yang Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan."
2. Berdzikir
Tasbih
سُبْحَانَ اللَّهِ (33×)
Subḥānallāh (33×)
Arti: "Maha Suci Allah." (33×)
Tahmid
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ (33×)
Alhamdulillāh (33×)
Arti: "Segala puji bagi Allah." (33×)
Takbir
اللّٰهُ أَكْبَرُ (33×)
Allāhu akbar (33×)
Arti: "Allah Maha Besar." (33×)
Kemudian ditambah dengan doa yang diajarkan Rasulullah Saw.
"Siapa yang bertasbih, bertahmid, dan bertakbir sebanyak 33 kali setelah melaksanakan shalat fardhu sehingga berjumlah 99 kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan: “la ilaha illallah wahdahu la syarikalahu, lahu mulku wa lahul hamdu wa huwa ala kulli syay’in qadir” maka kesalahannya akan diampuni.” (HR. Muslim, no. 597)
3. Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas
Surat Al-Ikhlas
قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌ
Qul huwa Allāhu aḥad, Allāhuṣ-ṣamad, lam yalid wa lam yūlad, wa lam yakun lahu kufuwan aḥad.
Artinya: “Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya."
Surat Al-Falaq
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّاثَاتِ فِى ٱلْعُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Qul a‘ūdhu birabbil-falaq, min sharri mā khalaq, wa min sharri ghāsiqin idhā waqab, wa min sharri an-naffāthāti fil ‘uqad, wa min sharri ḥāsidin idhā ḥasad.
Artinya: “Katakanlah (Muhammad), aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan para penyihir perempuan yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki ketika ia dengki.”
Surat An-Nas
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ مَلِكِ ٱلنَّاسِ إِلَـٰهِ ٱلنَّاسِ مِن شَرِّ ٱلْوَسْوَاسِ ٱلْخَنَّاسِ ٱلَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِ ٱلنَّاسِ مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ
Qul a‘ūdhu birabbin-nās, malikin-nās, ilāhin-nās, min sharri al-waswāsil-khannās, allaḏī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās, minal-jinnati wan-nās.
Artinya: “Katakanlah (Muhammad), aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi, yang membisikkan ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.”
Anjuran ini berdasarkan pada riwayat dari Uqbah bin Amir radhiallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkanku agar membaca surat Al-Mu’awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas) setiap selesai menunaikan shalat.” (Sahih; H.R. Abu Daud, no. 1523; Shahih Sunan Abi Daud, no. 1348)
4. Sayyidul Istighfar
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.
Allahumma anta rabbī, lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā ‘abduka, wa anā ‘alā ‘ahdika wa wa‘dika mā istaṭa‘tu, a‘ūdzu bika min sharri mā ṣana‘tu, abū’u laka bini‘matika ‘alayya, wa abū’u bidzanbī, faghfir lī, fa innahu lā yaghfiru dz-dzunūba illā anta.
Arti: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada ilah selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perjanjian dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku, dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.”
5. Doa untuk Kedua Orang Tua
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Allahummagfirli waliwalidayya warhamhuma kama robbayani sogira
Artinya: “Ya Allah ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan kasihanilah mereka sebagaimana mereka mengasihaniku di waktu kecil."
6. Doa Mohon Keselamatan Dunia Akhirat
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbana ātinā fid-dunyā ḥasanah, wa fil-ākhirati ḥasanah, waqinā ‘adhāban-nār.
Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Al-Baqarah: 201)
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.