Doa Nabi Ibrahim Ketika Sakit, Pengingat Bahwa Allah Maha Penyembuh
Doa Nabi Ibrahim untuk memohon kesembuhan dari penyakit terdapat dalam Al-Quran. Selain berdoa, muslim yang sakit dapat berikhtiar dengan cara lain.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Ketika seorang muslim sakit, ia sebaiknya berikhtiar dengan mencari pengobatan dan selalu berdoa.
- Doa orang yang sakit merupakan bentuk tawakal kepada Allah Swt, Sang Pencipta yang Maha Menyembuhkan.
- Nabi Ibrahim juga bertawakal kepada Allah Swt ketika beliau sakit, yang doanya terdapat di dalam Al-Qur'an.
TRIBUNNEWS.COM - Orang yang sedang sakit senantiasa berharap akan kesembuhannya.
Dalam Islam diajarkan agar muslim selalu berikhtiar lahir dan batin ketika sedang sakit.
Selain ikhtiar dengan berobat dan menjaga kesehatan, orang yang sakit juga perlu bertawakal kepada Allah Swt.
Berdoa kepada Allah Swt dan memohon kesembuhan merupakan salah satu bentuk tawakal.
Di dalam Al-Qur'an terdapat doa nabi-nabi yang dapat diamalkan untuk memohon kesembuhan, seperti doa Nabi Ibrahim ketika sakit.
Dikutip dari Quran Kemenag, berikut doa Nabi Ibrahim ketika sakit.
Doa Nabi Ibrahim Ketika Sakit
وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
Wa idzā maridhtu fahuwa yasyfīn.
Artinya: “Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah) yang menyembuhkanku.” (QS. Asy-Syu‘arā’: 80)
Baca juga: Doa Nabi Ibrahim Ketika Dibakar Hidup-hidup oleh Raja Namrud
Doa Ketika Sedang Sakit
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ، أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ
Allahmumma rabba an-naasi adzhibil ba'sa isyfi antas syaafi laa syaafiya illa anta, allaahumma innii as 'alukal 'aafiyah
Artinya: "Dengan nama Allah. Ya Allah hilangkanlah penderitaan ini. Ya Allah Tuhannya manusia, sembuhkanlah. Engkau Maha Penyembuh. Tidak ada yang dapat menyembuhkan selain Engkau. Sesungguhnya hamba mohon kesehatan kepadaMu". (HR. Ahmad dan Nasa'i)
Tafsir QS. Asy-Syu‘arā’ Ayat 80
Dalam website Qur’an Kemenag, Kementerian Agama menjelaskan tafsir Surat Asy-Syu‘arā’ Ayat 80.
Pada ayat ini, Nabi Ibrahim menegaskan keyakinannya bahwa kesembuhan sejati hanya datang dari Allah.
Dalam doa tersebut, Nabi Ibrahim memasrahkan kesembuhannya hanya kepada Allah Swt Yang Maha Menyembuhkan.
Tawakal yang dilakukan Nabi Ibrahim menunjukkan keyakinannya bahwa kesembuhan dari penyakit bukanlah kekuasaan makhluk, melainkan semua atas izin-Nya.
Obat dan usaha manusia hanyalah perantara, sedangkan kesembuhan mutlak dari Allah Swt.
Imam Jamāluddīn al-Qāsimī dalam tafsirnya menguraikan bahwa ayat ini menggambarkan tata susila seorang hamba Allah kepada Penciptanya.
Sebab penyakit itu kadang-kadang akibat dari perbuatan manusia sendiri.
Misalnya, sakit disebabkan oleh pelanggaran terhadap norma-norma kesehatan, atau pola hidup sehari-hari, maka serangan penyakit terhadap tubuh tidak dapat dielakkan.
Sebaliknya yang berhak menyembuhkan penyakit adalah Allah semata.
Jika orang sakit merasakan yang demikian waktu ia menderita sakit, maka ia akan menghayati benar nikmat-nikmat Allah setelah ia sembuh dari penyakit tersebut.
Imam Jamāluddīn al-Qāsimī berpendapat kenyataannya memang membuktikan, kebanyakan manusia terserang penyakit disebabkan kurang memperhatikan norma-norma kesehatan yang berlaku.
Ikhtiar Bagi Orang Sakit
Orang yang sakit sebaiknya tidak berputs asa dari rahmat Allah Swt dan senantiasa berusaha dengan berobat serta berdoa.
Berikut hal-hal yang dapat dilakukan orang yang sakit sebagai bagian ikhtiar mengharap kesembuhan dari Allah Swt, dirangkum dari website BAZNAS Kendal, BAZNAS Cirebon, dan Kemenag Kanwil Kalimantan Selatan.
1. Berobat dengan yang Halal
Orang yang sakit sebaiknya segera berobat sebagai bentuk ikhtiar untuk mengharap kesembuhan.
Rasulullah SAW bersabda: "Ingatlah, setiap penyakit pasti ada obatnya, karena itu (jika kalian sakit) berobatlah kalian, tetapi janganlah kalian berobat barang yang haram". (HR. an Nasa’i)
2. Bersedekah
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menganjurkan orang yang sakit untuk berobat melalui sedekah.
Disebutkan di dalam hadis dari Abdullah bin Mas'ud dan Ubadah bin Shomit, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Obatilah orang-orang sakit kalian dengan bersedekah." (Dinilai hasan oleh Syekh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami' dan Shahih At-Targhib)
3. Bersabar
Sakit merupakan salah satu cobaan bagi manusia untuk menguji kesabarannya.
Mereka yang sakit dan bersabar maka Allah Swt akan menggugur dosa-dosanya.
“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan menggugurkan bersamanya dosa- dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun- daunnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah SAW bersabda: “Perkara seorang mukmin sangat mengagumkan. Segala apa yang terjadi, itu yang terbaik untuknya. Dan hal itu tidak akan pernah didapatkan oleh seorangpun kecuali pada diri seorang mukmin. Bilamana ia mendapatkan kenikmatan, senantiasa ia bersyukur, dan itu baik untuknya. Bilamana ia tertimpa musibah, senantiasa ia bersabar dan itu juga baik untuknya.” (HR. Muslim)
4. Selalu Berprasangka Baik Kepada Allah Swt
Sakit bukan berarti Allah Swt murka kepada hamba-Nya, justru sakit bisa menjadi tanda Allah Swt sedang membersihkan dan mengangkat derajat hamba-Nya.
Rasulullah SAW bersabda: "Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada hamba-Nya, Allah akan segerakan sanksi untuknya di dunia; dan apabila Allah menginginkan keburukan kepada hamba-Nya, Allah akan menangguhkan adzab baginya akibat dosanya (di dunia), sehingga Allah akan membalasnya pada hari Kiamat kelak." (HR. Tirmidzi)
Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkan selain Dia, dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia maha kuasa atas segala sesuatu, dan Dialah yang berkuasa atas hamba-hamba Nya. Dan Dia maha bijaksana. (Al-An’aam : 17-18)
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.