Tata Cara Sholat Taubat dan Bacaannya, Ikhtiar Memohon Ampunan Allah
Seorang muslim yang ingin bertaubat sepenuhnya dapat melakukan sholat taubat. Selain itu, ditambah amal seperti dzikir, istighfar, dan bersabar.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Whiesa Daniswara
Ringkasan Berita:
- Seorang muslim yang ingin bertaubat dari dosa yang telah dilakukannya dapat melakukan sholat taubat.
- Sholat taubat harus dilakukan dengan sungguh-sungguh agar Allah Swt menerima taubatnya.
- Selain sholat taubat, seorang muslim juga dapat mengamalkan amal lainnya yang dapat menghapus dosa.
TRIBUNNEWS.COM - Sholat taubat merupakan sholat sunah yang dikerjakan untuk memohon ampunan Allah Swt.
Seseorang yang melakukan sholat taubat berarti ia niat bertaubat dari perbuatan maksiat dan dosa yang telah dilakukannya.
Orang yang melakukan sholat taubat sebaiknya bersungguh-sungguh dalam bertaubat.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menjelaskan bahwa taubat seorang hamba akan diterima Allah Swt jika memenuhi syarat.
Ada tiga syarat diterimanya taubat yaitu orang tersebut menyesali perbuatan dosa yang dilakukannya, berhenti dari perbuatan maksiat tersebut, dan berjanji tidak mengulanginya lagi.
Jika dosa itu berkaitan atau menyakiti orang lain, maka ditambah dengan meminta maaf kepada orang tersebut.
Dikutip dari laman BAZNAS, berikut tata cara sholat taubat.
Baca juga: Doa setelah Sholat Tasbih 2 hingga 4 Rakaat dan Tata Caranya
Tata Cara Sholat Taubat
Gerakan sholat taubat sama seperti sholat pada umumnya, yang membedakan hanyalah niat dan doa pada akhir sholat.
1. Berwudhu
2. Berniat dalam hati
"Ushalli sunnatat taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa." (Saya niat salat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.)
3. Membaca Surat Al-Fatihah
4. Membaca surat-surat pendek
5. Ruku' dengan tuma'ninah (tenang/berhenti sejenak)
Subhana rabbiyal 'adhiimi wabihamdih (3×)
Artinya: Maha Suci Allah, Tuhanku Yang Maha Agung dan aku memuji kepadaNya (3×)
6. Itidal
Sami'allahu liman hamidah. (ketika mengangkat tangan)
Rabbanaa lakal hamdu mil-us samaa waati wamil-ul ardli wa mil-umaa syi'ta min syai-in ba'du. (ketika menurunkan tangan)
Artinya: Allah mendengar orang yang memujiNya. Ya Allah, Tuhan kami, bagiMu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang Engkau kehendaki sesudah itu.
7. Sujud
Subhaana rabbiyal a'laa wabihamdihi (3×)
Artinya: Maha Suci Tuhanku lagi Maha Tinggi dan aku memuji kepadaNya (3×)
8. Duduk di antara dua sujud (ifitrasy)
Rabbighfirlii war hamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu 'annii
Artinya: Wahai Tuhanku, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupilah kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah rejeki kepadaku, berilah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.
9. Sujud kedua, dengan membaca bacaan sama dengan sujud pertama
10. Berdiri untuk melanjutkan sholat rakaat kedua, hingga sujud kedua, lalu duduk Tahiyat/Tasyahud Akhir
Tasyahud Akhir
At-tahiyyaatu lillaahi was-sholawaatu wat-thayyibaatu, assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh, assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahis-shoolihiin, asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh, Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad, wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa shallaita ‘alaa Ibraahiim wa ‘alaa aali Ibraahiim, wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa baarakta ‘alaa Ibraahiim wa ‘alaa aali Ibraahiim, fil ‘aalamiina innaka Hamiidum Majiid.
Artinya: "Segala kehormatan, keberkahan, dan kebaikan adalah milik Allah. Keselamatan atasmu, wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan berkah-Nya. Keselamatan atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkanlah berkah kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia di seluruh alam."
11. Salam
Assalamu'alaikum warahmatullaahi
Artinya: Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian.
12. Membaca doa taubat
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَىٰ عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Allāhumma anta rabbī, lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā ‘abduka, wa anā ‘alā ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu, a‘ūdzu bika min syarri mā ṣana‘tu, abū’u laka bini‘matika ‘alayya, wa abū’u bidzanbī, faghfir lī, fa innahū lā yaghfirudz-dzunūba illā anta.
Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku, dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sungguh, tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.” (HR. Shahih al-Bukhari, no. 6306).
Amalan Penghapus Dosa
Selain sholat taubat, terdapat amalan lain yang dapat menghapus dosa.
Dikutip dari artikel Perbanyaklah “Gerakan Taubat Nasuha” (GERTANAS) Terutama di Malam Jum’at dan di Bulan Suci Ramadhan karya KH. Imam Mawardi, ZI, Ketua Majelis “Mustasyar” PW Dewan Masjid Indonesia Provinsi Jawa Timur, 2010, berikut ini amalan penghapus dosa.
1. Istighfar
Memperbanyak istighfar merupakan langkah paling sederhana yang dapat dilakukan setiap orang untuk memohon ampunan kepada Allah.
Dengan mengucapkan Astaghfirullāh, seorang hamba mengakui kesalahannya dan berharap Allah menghapus dosa-dosanya.
2. Berdzikir
Selain beristighfar, memperbanyak dzikir juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah dan meraih ampunan-Nya.
Allah menjanjikan ampunan serta pahala yang besar bagi hamba-hamba-Nya yang senantiasa mengingat dan menyebut nama-Nya, baik dilakukan sendiri maupun bersama-sama, sesuai kemampuan masing-masing.
“Dan laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 35)
3. Taubat Nasuha
Taubat nasuha adalah bentuk pertaubatan yang dilakukan dengan kesungguhan hati dan niat yang tulus.
Orang yang bertaubat dengan cara ini bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama serta berusaha memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik.
"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubatan nasuha (taubat yang semurni-murninya).” (QS. At-Tahrim [66]: 8)
4. Bersabar
Dalam proses bertaubat, seseorang kerap dihadapkan pada berbagai ujian.
Kesabaran dalam menghadapi ujian tersebut menjadi bagian dari penyucian diri, karena setiap musibah yang dialami seorang muslim dapat menjadi penghapus dosa, sekecil apa pun ujian itu.
5. Melakukan Amal Kebaikan
Setelah bertaubat, seseorang dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, seperti melaksanakan salat sunnah, bersedekah, membaca Al-Qur’an, dan berbagai kebaikan lainnya.
Amal-amal tersebut dapat menjadi penebus kesalahan dan dosa yang telah lalu.
Rasulullah bersabda: “Bertakwalah kepada Allah di manapun berada. Iringilah perbuatan dosa dengan amal kebaikan karena ia akan dapat menghapusnya. Serta bergaulah dengan orang lain dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi)
6. Meminta Maaf kepada Sesama
Apabila dosa yang dilakukan berkaitan dengan hak atau perasaan orang lain, maka taubat harus disertai dengan meminta maaf kepada pihak yang bersangkutan.
Hal ini penting agar kesalahan terhadap sesama manusia tidak menjadi penghalang diterimanya taubat di sisi Allah.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.