Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Doa Qunut Subuh Sendiri dan Berjamaah, Apakah Ada Tuntunannya dalam Islam?

Artikel ini memuat doa Qunut Subuh sendiri dan berjamaah, dilengkapi arab latin dan artinya. Apakah membaca Qunut ada tuntunannya dalam Islam?

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Nuryanti
zoom-in Doa Qunut Subuh Sendiri dan Berjamaah, Apakah Ada Tuntunannya dalam Islam?
Tribunnews.com
DOA QUNUT SUBUH - Gambar didesain Tribunnews di BeFunky dan Paint, Kamis (22/1/2026). Artikel ini memuat doa Qunut Subuh sendiri dan berjamaah, dilengkapi arab latin dan artinya. Apakah membaca Qunut ada tuntunannya dalam Islam? 
Ringkasan Berita:
  • Doa qunut subuh dibaca setelah i'tidal, sebelum sujud pada rakaat kedua.
  • Ada ulama yang berpendapat hukum membaca qunut subuh adalah sunah dan ada juga ulama yang menyebutnya tidak sunah.
  • Bacaan qunut subuh untuk sholat sendiri dan berjamaah sedikit berbeda.

TRIBUNNEWS.COM - Doa qunut merupakan bacaan tambahan yang dibaca setelah i‘tidal (bangkit dari rukuk) pada rakaat kedua, sebelum sujud.

Qunut artinya taat dan lama tegak dalam salat, atau secara bahasa artinya kepatuhan yang disertai ketundukan.

Dalil qunut subuh disebutkan dalam hadis riwayat Al-Baihaqi yang menyebut Rasulullah melakukan qunut pada sholat witir dan subuh.

Namun, hukum membacanya berbeda-beda menurut pendapat ulama.

Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad berpendapat bahwa hukum membaca qunut subuh tidak sunah, sementara sebagian ulama mazhab Maliki dan Syafi'i berpendapat bahwa itu hukumnya sunah, menurut buku Fiqih Shalat Terlengkap oleh Ibnu Abbas Zain Musthofa Al Basuruwani.

Dalil Qunut Subuh

Para ulama berbagai mazhab berbeda pendapat mengenai dasar bacaan qunut pada sholat witir dan subuh.

Adapun mereka yang mengamalkan bacaan qunut subuh didasarkan pada hadis berikut.

Rekomendasi Untuk Anda

Menceritakan Abu Hasan Muhammad bin Ahmad bin Hasan bin Ishaq al Bazzari Bibahgdadi Abi hasan ad Daruqutni Abu Muhammad ‘Abdullah bin Muhammad bin Ishaq al Paqihi, Abu Yahya ‘Abdullah bin Ahmad bin Zakaryya bin Haris bin Abi Maisarah, ‘Abdul Majid bin ‘Abdul ‘Aziz bin Abi Rawad dari bin Juraij menceritakan ‘Abdurrahman bin Hurmuz bahwa Buraid bin Abi Maryam menceritakan berkata dia: telah mendengar aku Ibnu Abbas dan Muhammad bin ‘Ali dia bin Hanapiyah berkata dia: adalah Nabi Saw telah qunut pada salat subuh dan pada salat witir dengan membaca do’a (Allahummah dinii piiman hadait, wa’aafinii fiiman ‘aafait, watawallanii fiiman tawallait, wabaariklii fiimaa a’thait waqinii syarramaaqadait, innaka taqdii walaa yuqdhaa ‘alaik, wainnahu la yadzillu man walait, tabarakta rabbana wata’aalait). Wahai Allah, tunjukilah aku, kedalam golongan orang yang telah Engkau tunjuki. Sejahterahkanlah aku, kedalam golongan orang yang telah Engakau sejahterahkan. Sayangilah aku, kedalam golongan orang yang telah Engkau sayangi. Berkahilah untukku apa yang telah Engkau beri. Lindungilah aku, dari kejelekan ketentuan Engkau. Sesungguhnya Engkaulah yang menentukan, bukan Engkau yang ditentukan. Dan telah Engkau musuhi. Semoga Engkau bertambah berkah wahai Tuhan kami, dan semoga bertambah luhur. (HR. Al-Baihaqi)

Baca juga: Doa Mau Tidur, Setelah Bangun Tidur, dan Ketika Sulit Tidur

Sementara itu, para ulama lain menjelaskan bahwa bacaan qunut hanya dibaca pada sholat witir, dan tidak pada sholat subuh.

Penjelasan tersebut berdasarkan beberapa riwayat hadis, sebagai berikut:

Menceritakan abu bakar bin abi syaibah,menceritakan syariik, dari Abi ishaq,dari barid bin abi maryam, dari abi al haurai dari hasan bin ‘ali R.A.berkata dia: Rasulullah S.A.W. telah mengajari aku beberapa kalimat yang aku ucapkan dalam shalat witir: Allahumma aafinii fiiman ‘aafait, watawallanii fiiman tawallait,waabariklii fiimaa a’thait waqinii syarramaaqadait, innaka taqdii walaa yuqdhaa ‘alaik, wainnahu la yadzillu man walait, walaa ya’izzuman ‘aadait,tabarakta rabbana wata’aalait. Wahai Allah, Sejahterahkanlah aku, kedalam golongan orang yang telah Engakau sejahterahkan. Sayangilah aku, kedalam golongan orang yang telah engkau sayangi. Berkahilah untukku apa yang telah engkau beri. Lindungilah aku,dari kejelekan ketentuan Engkau. Sesungguhnya Engkaulah yang menentukan, bukan Engkau yang ditentukan. Dan tidaklah hina, siapa yang telah Engkau sayangi. Tidak mulia siapa yang telah Engkau musuhi. Semoga Engkau bertambah berkah wahai Tuhan kami, dan semoga bertambah luhur. (HR. Ibnu Majah)

Dalil serupa juga disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan Ahmad bin Hambal dan Ad Darimi.

Meski ada perbedaan pendapat, penggunaan qunut pada sholat subuh kembali pada keyakinan masing-masing, menurut penjelasan dalam skripsi Analisis Terhadap Dalil Qunut Subuh oleh Herman Soni Saragih, mahasiswa STAIN Padangsidimpuan, 2010.

Doa Qunut Subuh Sendiri

اَللّٰهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ, وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ, وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ, وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ, وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ, فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضٰى عَلَيْكَ , وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ ,وَلاَ يَعِزُّمَنْ عَادَيْتَ, تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ, فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ ,اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ ,وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ, وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Allaahumahdinii fiiman Hadait, wa 'aafinii fiiman 'aafait, wa tawallani fiimantawallait, wa baariklii fiimaaa a'thait, wa qini syarramaa qadhait, Fainnakataqdhi walayuqdha 'alaik, wa innahu layadzillu mawwalait, wa la ya idzuman aadait, Tabarakta-Rabbanaa wata 'aalait, Falakal hamdu 'ala-maa qadhait, Astagfiruka wa atuubu ilaik, Wa shallallahu 'ala Sayyidinaa Muhammadin Nabiyyil Ummiyyi wa 'ala Aalihi wa shahbihi wasallam.

Artinya: "Ya Allah berikanlah aku petunjuk sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan petunjuk. Dan berikanlah aku kesehatan sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesehatan. Dan peliharalah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau pelihara. Berilah keberkahan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan aku (dengan rahmat Allah) dari bahaya yang telah Engkau tetapkan. Dan sesungguhnya Engkaulah yang Maha Menghukumi dan tidak ada yang bisa menghukum-Mu. Dan sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi. Maka bagi-Mu lah segala pujian di atas apa yang Engkau hukumkan. Dan aku memohon ampun dari-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu. Dan semoga Allah mencurahkan rahmat ke atas junjungan kami Nabi Muhammad yang ummi, keluarga dan para sahabatnya."

Doa Qunut Subuh Berjamaah

لَّلهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لَنَا فِيْمَا أَعْطَيْتَ وَقِنَا بِرَحْمَتِكَ شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ نَسْتَغْفِرُكَ وَنَتُوْبُ إِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Allahummahdina fiiman Hadait, wa 'aafina fiiman 'aafait, wa tawallanaa fiiman tawallait, wa baarik lanaa fiimaa a'thait, wa qinaa birahmatika syarra maa qadhait, fainnaka taqdhi wala yuqdha 'alaik, wa innahu la yadzillu man waalait, wala ya'izzu man 'aadait tabaarakta Rabbana wa ta'aalait, falakal hamdu 'alaa maa qadhait, Nastaghfiruka wa natuubu ilaik, wa shallallaahu 'alaa Sayyidina Muhammadinil ummiyyi wa 'ala Aalihi wa shahbihi wasallam.

Artinya: "Ya Allah berikanlah kami petunjuk sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan petunjuk. Dan berilah kami kesehatan sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesehatan. Dan peliharalah kami sebagaimana orang-orang yang telah Engkau pelihara. Berilah keberkahan kepada kami pada apa-apa yang telah Engkau kurniakan. Dan selamatkan kami (dengan rahmat Allah) dari bahaya yang telah Engkau tetapkan. Dan sesungguhnya Engkaulah yang Maha Menghukumi dan tidak ada yang bisa menghukum-Mu. Dan sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi. Maka bagi-Mu lah segala pujian di atas apa yang Engkau hukumkan. Dan kami memohon ampun dari-Mu dan kami bertaubat kepada-Mu. Dan semoga Allah mencurahkan rahmat ke atas junjungan kami Nabi Muhammad yang ummi, keluarga dan para sahabatnya."

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas