Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Doa Agar Ibadah Haji Lancar dan Dijauhkan dari Gangguan

Jemaah haji dianjurkan untuk meningkatkan doa, dzikir, selama melaksanakan ibadah haji. Selain itu, jemaah haji membutuhkan kesiapan fisik dan mental.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Doa Agar Ibadah Haji Lancar dan Dijauhkan dari Gangguan
Tribunnews.com
DOA IBADAH HAJI - Gambar dibuat di Be Funky dan Paint, Sabtu (23/5/2026). Jemaah haji dianjurkan untuk meningkatkan doa, dzikir, selama melaksanakan ibadah haji. Selain itu, jemaah haji membutuhkan kesiapan fisik dan mental. 

Ringkasan Berita:
  • Ibadah haji dilaksanakan pada 8–13 Dzulhijjah dengan rangkaian ibadah seperti ihram, wukuf di Arafah, tawaf, sa’i, hingga tahallul.
  • Selama berhaji, jemaah dianjurkan memperbanyak doa agar terhindar dari gangguan fisik maupun batin saat beribadah.
  • Dalam keadaan ihram, terdapat sejumlah larangan seperti mencukur rambut, memotong kuku, memakai wewangian, hingga melakukan hubungan intim.
  • Pelanggaran terhadap larangan tersebut dapat dikenai dam atau fidyah sesuai ketentuan syariat Islam.

TRIBUNNEWS.COM - Ibadah haji merupakan perjalanan suci ke Baitullah dan melaksanakan rangkaian ibadahnya, mulai dari ihram, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, tawaf, sa’i, melempar jumrah, hingga tahallul.

Dalam pelaksanaan ibadah haji, jemaah haji dianjurkan untuk meningkatkan doa kepada Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam hadis.

“Orang-orang yang berhaji dan berumrah adalah tamu Allah. Jika mereka berdoa kepada-Nya, Allah mengabulkan doa mereka, dan jika mereka memohon ampun, Allah mengampuni mereka.” (HR. Ibnu Majah)

“Barang siapa melaksanakan haji karena Allah, lalu tidak berkata kotor dan tidak berbuat maksiat, maka ia kembali seperti pada hari dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibadah ini dilaksanakan mulai dari 8 hingga 13 Dzulhijjah, dengan puncak ibadah haji adalah wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah, kemudian dilanjutkan dengan mabit di Muzdalifah hingga tahallul.

Rangkaian ibadah tersebut tentunya membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan spiritual. Jamaah bisa menghadapi berbagai gangguan, baik berupa kelelahan, sakit, cuaca ekstrem, maupun gangguan hati dan pikiran yang dapat mengurangi kekhusyukan ibadah.

Rekomendasi Untuk Anda

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk senantiasa memanjatkan doa agar diberi perlindungan dan dijauhkan dari segala bentuk gangguan selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Mengutip laman Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), berikut doa yang dapat dibaca agar dijauhkan dari gangguan selama ibadah haji.

Doa Agar Ibadah Haji Lancar dan Dijauhkan dari Gangguan

اللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنَّا كُلَّ أَنْوَاعِ الْمُضَايَقَاتِ وَالْفِتَنِ، الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ، الَّتِي تَحُولُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ أَدَاءِ عِبَادَةِ الْحَجِّ عَلَى الْوَجْهِ الْأَكْمَلِ

Allahumma ab‘id ‘annā kulla anwā‘il mudhāyaqāti wal fitani, azh-zhāhirati wal-bāthinati, allatī tahūlu bainanā wa baina adā’i ‘ibādati al-hajji ‘alal wajhil akmal.

Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah kami dari segala bentuk gangguan dan cobaan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, yang dapat menghalangi kami dalam melaksanakan ibadah haji dengan sebaik-baiknya.”

Baca juga: Doa 10 Hari Pertama Dzulhijjah untuk Meraih Pahala Berlipat Ganda

Larangan Selama Ibadah Haji

Mengutip laman BPKH dan buku Manasik Haji dan Umrah 2026 oleh Kementerian Haji dan Umrah, berikut larangan selama ibadah haji.

1. Meninggalkan Wajib Haji

Dalam ibadah haji, terdapat beberapa amalan yang termasuk wajib haji dan harus dilaksanakan oleh setiap jemaah. Wajib haji meliputi berihram dari miqat, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, melempar jamrah, dan tawaf wada’.

Jika salah satu kewajiban tersebut ditinggalkan tanpa alasan yang dibenarkan, maka jemaah diwajibkan membayar dam atau fidiah sebagai bentuk pengganti.

Dam tersebut biasanya berupa menyembelih seekor kambing. Namun jika tidak mampu, jemaah dapat menggantinya dengan berpuasa selama sepuluh hari, yaitu tiga hari saat haji dan tujuh hari setelah kembali ke tanah air.

Aturan ini menunjukkan pentingnya menjaga kesempurnaan rangkaian ibadah haji sesuai tuntunan syariat.

2. Mencukur Rambut dari Seluruh Badan

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas