Bahaya Cemas Berlebihan, Psikiater Jelaskan 'Amigdala Hijacking'
Banyak orang menganggap cemas, sedih, dan stres sebagai sesuatu yang harus dihilangkan sepenuhnya.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Kecemasan sebenarnya membantu manusia bersiap menghadapi tantangan, semacam sistem pertahanan diri.
- Namun, cemas berlebihan bisa jadi bahaya. Sebab, segala hal dipersepsikan sebagai ancaman.
- Dalam kondisi cemas berlebihan, tubuh akan menghasilkan hormon kortisol lebih banyak. Akibatnya, jantung, otot, hingga sistem pencernaan ikut terpengaruh.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak orang menganggap cemas, sedih, dan stres sebagai sesuatu yang harus dihilangkan sepenuhnya.
Padahal menurut dokter spesialis kedokteran jiwa RSUD Bung Karno Surakarta, dr. Dede Rus Muchamad, Sp.KJ, emosi tersebut justru bagian normal dari kehidupan.
Menurut dr. Dede, kesehatan mental berarti seseorang mampu hidup produktif dan menghadapi tekanan secara sehat.
Baca juga: Pesan Rebecca Klopper untuk Jennifer Coppen yang akan Dinikahi Justin Hubner, Singgung Kecemasan
"Yang dimaksud dengan kesehatan mental itu adalah suatu kondisi perasaan sejahtera," ungkapnya dalam program Health Talk yang diselenggarakan di kanal YouTube Tribun Health, Jumat (5/6/2026).
Ia menegaskan sehat mental bukan berarti tidak pernah sedih.
"Jadi ada kalanya seseorang itu merasa sedih, kecewa, merasa cemas, merasa stressful, itu tuh biasa,"imbuhnya.
Cemas Adalah Sistem Pertahanan Tubuh
Menurut dr Dede, kecemasan sebenarnya membantu manusia bersiap menghadapi tantangan.
"Cemas itu sebenarnya bagian dari sistem pertahanan diri kita,"lanjutnya.
Contohnya saat ujian. Rasa cemas membuat seseorang belajar lebih giat. Masalah muncul ketika kecemasan menjadi berkepanjangan.
"Kalau cemas itu menjadi eksesif, menjadi berlebihan, segala hal itu dipersepsikan sebagai ancaman, nah itu yang berbahaya,"tegasnya.
Tubuh akan menghasilkan hormon kortisol lebih banyak. Akibatnya, jantung, otot, hingga sistem pencernaan ikut terpengaruh.
Mengenal Amigdala Hijacking
Dr Dede menjelaskan saat cemas berlebihan atau berat, otak emosional mengambil alih.
"Ketika kita cemas berlebihan gitu, itu yang disebut dengan amigdala hijacking,"ujarnya.
Amigdala Hijacking adalah fenomena saat bagian otak yang memproses emosi (amigdala) mengambil alih kendali tubuh, sehingga mematikan fungsi berpikir logis (korteks prefrontal).
Hal ini memicu respons reaktif atau impulsif yang berlebihan, sering kali berupa ledakan emosi atau kepanikan
Kondisi ini membuat seseorang sulit berpikir jernih.
Karena itu ia mengingatkan masyarakat untuk tidak mengambil keputusan saat emosi sedang memuncak.
Sebab ketika emosi mengambil alih, kemampuan berpikir rasional ikut menurun.
(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)