Tribun

Pilpres 2024

Ini Alasan Demokrat Menolak Capres 2024 Cuma Diikuti 2 Pasang, Sebelumnya Disinggung SBY

Mallarangeng menilai Pemilihan Presiden (Pilpres) akan menjadi kompetisi yang bagus jika ada empat pasangan capres dan cawapres yang diajukan publik.

Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Ini Alasan Demokrat Menolak Capres 2024 Cuma Diikuti 2 Pasang, Sebelumnya Disinggung SBY
Tribunnews/JEPRIMA
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat dan Presiden RI Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Elite Partai Demokrat Andi Malarangeng dan Ketua Fraksi Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono saat menghadiri acara Rapimnas Partai Demokrat di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (16/9/2022). Pada kesempatan itu AHY membeberkan beberapa kriteria Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden 2024 yang akan diusung Partai Demokrat. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng menilai Pemilihan Presiden (Pilpres) akan menjadi kompetisi yang bagus jika ada empat pasangan capres dan cawapres yang diajukan ke publik.

“Itu kan kalau empat pasang bagus, nggak ada masalah mestinya, tiga pasang juga bagus, jangan dipaksa menjadi dua pasang,” ujar Andi dalam keterangannya, Selasa (20/9/2022) seperti dikutip dari Kompas.TV.

Menurut dia walaupun dua pasang capres juga demokratis namuan jangan sesuatu yang dipaksakan.

"Biarkan itu sesuatu yang natural, nggak ada upaya mengatur-aturlah begitu, itu yang dipesankan oleh Pak SBY," katanya.

Baca juga: Jubir Demokrat KLB Deli Serdang: SBY Tak Peduli Berapa Pasang Capres di 2024 Sepanjang AHY Bisa Ikut

Andi Mallarangeng lebih lanjut memberikan gambaran tentang empat pasangan capres dan cawapres yang mungkin dapat berkompetisi pada Pilpres 2024.

Misalnya, PDIP berjalan sendiri dan mengusung Puan Maharani atau Ganjar Pranowo sebagai capres-cawapres di Pilpres 2024.

Lalu, pasangan capres-cawapres dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Partai Golkar, PAN, dan PPP.

Kemudian ada juga Partai Gerindra dan PKB yang akan membentuk poros baru dengan mengusung Prabowo Subianto sebagai capresnya.

Pilihan keempat, berasal dari Partai Demokrat yang berkoalisi dengan Partai Nasdem dan PKS.

Menurut Andi, saat ini partainya memang tengah melakukan pembicaraan intensif dengan Partai Nasdem dan PKS terkait Pilpres 2024.

Halaman
123
Sumber: Kompas TV
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas