Tribun

Bursa Capres

Wacana Duet Prabowo-Jokowi, Fadli Zon: Jangan Sampai Melanggar Konstitusi

Wacana duet antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo sebagai calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 terus mencuat di pemberitaan.

Penulis: Fersianus Waku
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Wacana Duet Prabowo-Jokowi, Fadli Zon: Jangan Sampai Melanggar Konstitusi
Instagram @pramonoanungw
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Naufal Lanten

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Begini komentar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon soal wacana duet antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo sebagai calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024.

Menurutnya, ahli konstitusi harus memberikan tanggapan.

Demikian disampaikan Fadli Zon selepas diskusi Disposisi oleh Prodewa dan Total Politik bertajuk 'Dilema Pilpres 2024: Presidential Threshold dan Syarat Minimal Usia Capres-Cawapres' di Jakarta Pusat, Sabtu (1/10/2022).

“Harus dilihat juga secara konstitusi apakah itu memungkinkan, ahli-ahli konstitusi perlu berpendapat, jangan sampai ini langgar konstitusi,” kata Fadli Zon.

Anggota Komisi I DPR RI ini lantas berbicara soal kontsitusi kepresidenan di Amerika Serikat (AS).

Menurut dia, aturan di AS tidak membolehkan pemimpin negara kembali berkontes setelah menjabat dua periode.

“Karena presiden dan wapres kan satu paket, di Amerika memang tidak boleh, nah di kita bagaimana? Dan apakah ini nanti berbeda semangatnya dengan waktu reformasi,” ujarnya.

Fadli Zon lantas menyinggung perihal etika berpolitik jika sudah menjadi presiden dua periode namun kembali ingin berkontes pada Pilpres mendatang.

Seperti kita tahu, masa jabatan presiden dan wakil presiden di Indonesia dibatasi maksimal dua periode. Sementara, lama jabatan satu periode yakni lima tahun.

Baca juga: VIDEO EKSKLUSIF Survei Charta Politika Perlihatkan 57 Persen Menolak Wacana Prabowo-Jokowi

Aturan ini tertuang dalam Pasal 7 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

“Jadi ya sebagai wacana yang beredar, ya kan katanya orang boleh berwacana, tetapi kita lihat fakta-fakta ya mungkin menurut saya perlu ada kajian-kajian yang mendalam disamping juga faksun dan moral politik kita harus ditanyakan juga,” katanya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas