Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Jika Hari Ini Digelar, Pilpres Diprediksi akan Berlangsung Dua Putaran

Prediksi itu berdasarkan hasil temuan LSI Denny JA saat melakukan survei Pasangan Capres - Cawapres Paling Populer dan Prospeknya.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Jika Hari Ini Digelar, Pilpres Diprediksi akan Berlangsung Dua Putaran
Kompas/Mahdi Muhammad
Ilustrasi Pemilu, surat suara dan kotak suara. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memprediksi pemilihan presiden (Pilpres) akan berlangsung dua putaran bila digelar sekarang. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Endrapta Pramudhiaz

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memprediksi pemilihan presiden (Pilpres) akan berlangsung dua putaran bila digelar sekarang.

Prediksi itu berdasarkan hasil temuan LSI Denny JA saat melakukan survei terkat "Pasangan Capres - Cawapres Paling Populer dan Prospeknya".

Survei tersebut menghasilkan tiga pasang presiden dan wakil presiden.

Di antaranya adalah pasangan Ganjar Pranowo - Airlangga Hartarto (Ganjar-AH), Prabowo Subianto – Puan Maharani (Prabowo – Puan), dan Anies Baswedan – Agus Harimurti Yudhoyono (Anies – AHY).

Direktur LSI Denny JA, Adjie Alfaraby mengatakan kemungkinan besar Pilpres 2024 akan terjadi dalam dua putaran.

Sebab, ketiga pasangan yang ada di survei LSI Denny JA belum ada yang melampaui angka 50 persen pemilih.

Baca juga: Hasil Survei Terbaru Mengenai Sosok Pj Gubernur DKI Jakarta Pengganti Anies Baswedan

Rekomendasi Untuk Anda

“Kekuatan masing-masing kandidat cukup kuat. Kita lihat simulasi tiga pasang mulai dari Ganjar - AH ini 30 persen. Prabowo- Puan 23 persen. Anies - AHY 22 persen. Jadi, kurang lebih hampir merata dukungannya,” kata Adjie di Kantor LSI Denny JA, Pulo Gadung, Jakarta Timur pada Senin (10/10/2022).

Angka tersebut belum termasuk 23 persen responden yang tidak menentukan pilihan pasangan.

Namun, bila 23 persen itu didistribusi secara merata ke tiga pasangan, hasilnya tidak akan berbeda.

“Kalau kita distribusi secara merata jumlah persentase responden yang tidak menentukan pilihan, hasilnya tak akan beda. Tidak ada satupun kandidat yang melampaui di atas 50 persen,” ujar Adjie.

Adapun data dan analisa LSI Denny JA ini berdasarkan survei nasional pada 11 hingga 20 September 2022, dengan metode riset kualitatif.

Survei nasional menggunakan 1200 responden di 34 Provinsi di Indonesia. Wawancara dilaksanakan secara tatap muka (face to face interview).

Margin of error (Moe) survei ini adalah sebesar +/- 2,9 persen. Riset kualitatif dilakukan dengan analis media, Focus Group Discussion (FGD), dan indepth interview.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas