Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sandiaga Uno Bantah Rayu PKS Keluar dari Koalisi Perubahan

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno membantah dirinya merayu PKS keluar dari Koalisi Perubahan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Sandiaga Uno Bantah Rayu PKS Keluar dari Koalisi Perubahan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno (Sandiaga Uno) mengikuti Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (31/5/2023). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rahmat W. Nugraha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno membantah dirinya merayu PKS keluar dari Koalisi Perubahan.

"Nggak sama sekali (Merayu PKS). Saya bilang kalau Koalisi Perubahan sudah sepakat dengan capres cawapres dan semua pembagiannya ke depan, dengan juga kekuatan dari dukungan, saya ikhlas. Menurut saya itu yang terbaik buat bangsa ini, silahkan," kata Sandiaga Uno ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/6/2023).

Koalisi Perubahan merupakan koalisi tiga partai politik PKS, Demokrat, dan NasDem.

Untuk saat ini koalisi ini masih solid mendukung Anies Baswedan sebagai bakal capres 2024.

Sandiaga mengaku telah menawarkan ke PKS bahwa masyarakat Indonesia menginginkan keberlanjutan.

"Tapi kalau beliau dari teman-teman PKS ini bisa mempertimbangkan apa yang saya tawarkan karena saya didukung data dan data ini menunjukkan bahwa mayoritas rakyat Indonesia menginginkan keberlanjutan," sambungnya.

Baca juga: Masuk Bursa Cawapres Ganjar, Sandiaga Uno: Saya Merasa Terhormat

Rekomendasi Untuk Anda

Namun dia tidak tahu  bagaimana caranya PKS bisa ikut bagian dari pada poros percepatan ini.

"Ini tentunya akan kita bicarakan  bagaimana membangun bangsa bersama," tegasnya.

Dia juga menjawab isu dirinya bakal bergabung ke PKS.

"Kita masih berupaya, karena tentunya PKS adalah partai besar. Yang menurut saya mereka adalah aset negara dan memiliki internal proses juga menawarkan sebuah kepemimpinan," tutupnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas