Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengamat: PDIP Beri Harapan Palsu kepada Cak Imin dan AHY

Indikasi itu terlihat dengan menempatkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, sebagai satu diantara kandidat cawapres untuk Ganjar Pranowo

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Chaerul Umam
zoom-in Pengamat: PDIP Beri Harapan Palsu kepada Cak Imin dan AHY
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar usai melakukan pertemuan tertutup di kediaman Muhaimin Iskandar, Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Kamis (27/7/2023). Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menilai, PDIP sedang berupaya mengganggu Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) dan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menilai, PDIP sedang berupaya mengganggu Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) dan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

Indikasi itu terlihat dengan menempatkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, sebagai satu diantara kandidat cawapres untuk Ganjar Pranowo.

Untuk diketahui, PKB telah membuat kesepakatan kerja sama politik dengan Gerindra di poros KKIR.

"Ada kemungkinan memasukkan cak Imin sebagai cawapres hanya untuk mengganggu KKIR. Cak Imin diiming-iming posisi itu ada kemungkinan agar keluar dari KKIR dan bergabung ke PDIP," kata Jamiluddin dalam keterangan yang diterima Selasa (1/8/2023).

Selain itu, indikasi tersebut juga terlihat dengan memasukkan nama Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai kandidat cawapres Ganjar.

Tujuannya bisa jadi untuk mengganggu KPP, khususnya agar Demokrat menarik diri dari Koalisi Perubahan

Rekomendasi Untuk Anda

"Gangguan berupa godaan itu tampaknya tak berhasil dilakukan kepada AHY. Sebab, AHY tetap solid di KPP dan komitmen mengusung Anies Baswedan," ujarnya.

"Jadi, ada indikasi PDIP bermaksud mengganggu koalisi yang sudah ada. Gangguan itu berupa pemberian harapan palsu (PHP) kandidat cawapres kepada Cak Imin dan AHY," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengungkapkan, saat ini bakal cawapres pendamping Ganjar Pranowo sudah mengerucut menjadi lima nama.

Dari lima nama tersebut, ada nama politikus PPP Sandiaga Uno, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), hingga Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Hal itu diungkapkannya usai menghadiri perintahan Harlah ke-25 PKB, di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (23/7/2023).

"Sekarang sudah mengerucut lima (nama), salah satunya Cak Imin," ungkap Puan.

Kemudian, Ketua DPR RI itu mengungkap lima nama yang masuk radar menjadi bacawapres Ganjar.

"Pak Sandiaga, Pak Erick Thohir, Pak Andika, Mas AHY, Cak Imin," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas