Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rangkul Semua Kelompok, Transformasi Dinilai Jadi Keunggulan PAN

hal tersebut merupakan keunggulan PAN yang mampu memikat masyarakat dari berbagai kelompok seperti warga Nahdlatul Ulama (NU) atau nahdliyin.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Rangkul Semua Kelompok, Transformasi Dinilai Jadi Keunggulan PAN
ISTIMEWA/HO
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bersama politisi PAN yang juga artis, Pasha Ungu dan Desy Ratnasari. 

Rangkul Semua Kelompok, Transformasi Dinilai Jadi Keunggulan PAN

Hasanudin Aco/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) disebutkan bertransformasi menjadi lebih terbuka dan merangkul semua kelompok serta golongan masyarakat. 

Calon Anggota Legislatif DPR RI PAN Dapil Jatim II, Gus Abdul Qodir mengatakan, hal tersebut sesuai semangat PAN yang senantiasa menjadi milik seluruh masyarakat dengan tidak membeda-bedakan asal usul seseorang.

Dia juga mengapresiasi sikap partainya yang semakin terbuka. 

Baca juga: Pengamat Sebut Peran Strategis PAN Potensi Meningkatkan Elektabilitas di Pilpres 2024

Menurutnya, hal tersebut merupakan keunggulan PAN yang mampu memikat masyarakat dari berbagai kelompok seperti warga Nahdlatul Ulama (NU) atau nahdliyin.

“PAN sekarang lebih terbuka untuk siapa pun, untuk latar belakang apapun, PAN lebih terbuka,” kata Gus Qodir, Selasa (8/8/2023).

Rekomendasi Untuk Anda

Dia menambahkan, ketertarikan warga NU terhadap PAN tidak terlepas dari pernyataan Ketua Umum (Ketum) PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya yang menyatakan tidak haram memilih partai besutan Zulkifli Hasan tersebut. 

Ucapan tersebut dinilai sebagai sinyal lampu hijau dari Ketum PBNU tersebut terhadap PAN.

“Ditegaskan oleh dawuhnya Ketua Umum PBNU Gus Yahya, bahwasanya warga nahdliyin tidak haram mencoblos Partai Amanat Nasional,” ucap Gus Qodir.

Saat ini PAN memang banyak berisi tokoh-tokoh NU. 

Nama-nama tersebut yakni Gus Ahmad Abdul Qodir dari Pondok Pesantren Syaikh Abdul Qodir Jailani Probolinggo, Gus Nuri dari Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, dan Gus Afif dari Pondok pesantren Amanatul Ummah Mojokerto.

Bahkan, Gus Qodir mengatakan PAN tidak menolak jika ada kader berasal dari luar Islam. 

Hal itu semakin menunjukkan PAN memang hadir untuk kebaikan semua masyarakat.

“Andaikan ada yang non Islam, tidak ada masalah bergabung di Partai Amanat Nasional,” pungkasnya.
 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas