Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Batas Usia Capres-Cawapres Digugat di MK, PKS: Ada Endorse dan Penggembosan

Batas minimal dan maksimal usia capres dan cawapres digugat ke MK, PKS endus upaya endorsement dan penggembosan dibalik gugatan tersebut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Chaerul Umam
zoom-in Batas Usia Capres-Cawapres Digugat di MK, PKS: Ada Endorse dan Penggembosan
Rizal Bomantama
Anggota DPR RI Fraksi PKS, Nasir Djamil. Batas minimal dan maksimal usia capres dan cawapres digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Nasir Djamil, mengendus adanya upaya endorsement dan penggembosan oleh pihak-pihak tertentu, dibalik gugatan tersebut. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Batas minimal dan maksimal usia capres dan cawapres digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS Nasir Djamil, mengendus adanya upaya endorsement dan penggembosan oleh pihak-pihak tertentu, dibalik gugatan tersebut.

Sebab, gugatan usia capres-cawapres minimal usia capres 35 tahun dan gugatan maksimal 70 tahun diduga demi kepentingan politik yakni pilpres 2024. 

"Jadi memang ini kalau dilihat secara sekilas ini seperti menggembos dan mengendorse. Dua (gugatan) yang muncul di MK itu menunjukkan yang satu mengembos yang satu mengendorse,” kata Nasir, kepada wartawan dikutip Kamis (24/8/2023).

Nasir menyesalkan pihak-pihak itu justru menggugat batas usia capres cawapres di MK, bukan mengusulkannya di DPR RI melalui revisi UU Pemilu. 

Legislator asal Aceh itu menilai, lebih baik usulan batas usia capres cawapres itu di rumuskan di DPR RI. 

Meskipun diyakininya akan alot karena banyak pihak berkepentingan di parlemen. 

Rekomendasi Untuk Anda

"Yang saya sayangkan kenapa harus ke MK? kenapa tidak dibuka ruang di DPR ini," ujarnya.

"Seharusnya begitu, akhrnya di sini sudah mentok akhirnya mereka masuk ke MK, itu gak bagus dalam pandangan saya," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas