Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Demokrat Ditinggal NasDem, Andreas PDIP Singgung Politik 'Dagang Sapi'

Andreas menilai polemik tersebut merupakan pelajaran agar lebih hemat menggunakan istilah koalisi untuk menjelaskan interaksi antarpartai politik

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fersianus Waku
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Demokrat Ditinggal NasDem, Andreas PDIP Singgung Politik 'Dagang Sapi'
ISTIMEWA
Politisi PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengaku berempati terhadap Partai Demokrat yang ditinggal Partai NasDem 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fersianus Waku

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pareira mengaku berempati terhadap Partai Demokrat yang ditinggal Partai NasDem.

Hal ini terkait NasDem dianggap membuat keputusan sepihak memasangkan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) pendamping Anies Baswedan.

"Saya secara pribadi berempati juga dengan teman-teman Partai Demokrat. Ikut prihatin melihat perilaku demokrasi kita," kata Andreas kepada wartawan, Jumat (1/9/2023).

Namun, Andreas menilai polemik tersebut merupakan pelajaran agar lebih hemat menggunakan istilah koalisi untuk menjelaskan interaksi antarpartai politik (parpol).

Baca juga: Tak Mau Ikut Campur Manuver Parpol Lain, PDIP: Punya Konsep Dari Awal

"Karena itulah PDIP selalu menggunakan term membangun kerja sama antarpartai, untuk membangun mutual trust (saling percaya) untuk kemudian bersama memenangkan kontestasi Pilpres," ujarnya.

Sebab, dia menuturkan koalisi dengan rendahnya derajat saling percaya membuat politik hanya menjadi ajang daging sapi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Karena kerja sama, apalagi koalisi dengan rendahnya derajat saling percaya, akibatnya, politik hanya menjadi ajang 'dagang sapi'," ungkap Andreas.

Andreas menjelaskan membangun kerja sama yang solid perlu diawali dengan membangun komunikasi agar ada rasa saling percaya.

"Dari dulu juga PDIP terbuka untuk berkomunikasi, berdialog untuk membangun mutual trust sebelum membangun kerja sama," tuturnya.

Adapun Demokrat baru saja mencabut dukungan terhadap Anies sebagai bakal calon presiden (capres).

Selain mencabut dukungan, Demokrat juga telah menyatakan keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

Keputusan ini diambil Demokrat setelah NasDem berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan akan mengusung pasangan Anies-Cak Imin.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas