Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ketua DPP Demokrat Bantah AHY Sudah Bertemu Prabowo

Herman Khaeron membantah bahwa ketua umum Partai Demokrat dan Ketua Umum Gerindra sudah saling bertemu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ketua DPP Demokrat Bantah AHY Sudah Bertemu Prabowo
KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYA
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) menerima kunjungan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di kediamannya di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Jumat (24/6/2022). Ketua DPP Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) Partai Demokrat Herman Khaeron membantah bahwa ketua umum Partai Demokrat dan Ketua Umum Gerindra sudah saling bertemu. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Rahmat W. Nugraha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) Partai Demokrat Herman Khaeron membantah bahwa ketua umum Partai Demokrat dan Ketua Umum Gerindra sudah saling bertemu.

"Kalau menurut saya belum ya, tapi kalau komunikasi antara Partai Demokrat dengan Gerindra, Tim Prabowo dan tim-tim yang tentu ini jadi bagian penting dalam komunikasi politik saya kira ini sudah terjadi," kata Khaeron di DPP Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (9/9/2023).

Baca juga: Diteriaki Kader Demokrat Makin Manis Tanpa Anies, AHY: Banyak yang Lega Sepertinya

Ia melanjutkan dan itu jadi pra syarat bahwa untuk bisa masuk dalam koalisi harus ada komunikasi itu. 

"Pastilah kalau ada pertemuan formal yang nanti tentu akan jadi kesepahaman antara Demokrat dengan koalisi yang sudah ada pasti media akan diberi tahu. Karena memang politik harus terbuka kepada publik," sambungnya.

Baca juga: Celetuk Kader AHY Makin Manis Tanpa Anies di Acara HUT Demokrat

Kemudian untuk chemistry antar koalisi yang ada dikatakannya semuanya cocok. Kecuali koalisi yang sebelumnya.

"Kesemuanya cocok kecuali yang kemarin nggak cocok. Kalau melihat apakah ke Pak Ganjar atau Pak Prabowo, Demokrat ini memiliki rasionalitas dalam mengambil sikap dan keputusan, dan selalu didasarkan dengan etika moral dan etika politik yang baik," tegasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Dikatakannya bahwa hal itu menjadi daya tarik partainya untuk koalisi parpol yang ada saat ini.

"Sehingga menurut saya ini menjadi daya tarik. Apalagi militansi para kader di semua tingkatan juga begitu kuat, diterpa cobaan, sempat dibegal Pak Moeldoko kita juga teguh untuk bisa pertahankan kedaulatan dan martabat partai. Oleh karenanya masuk koalisi sudah all out," jelasnya.
 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas