Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengamat Nilai Yusril Juga Berpotensi Jadi Cawapres Prabowo: Pengalamannya Cukup Panjang

Selain Airlangga dan Erick Thohir, ada sosok yang tak bisa dipandang sebelah mata dalam bursa cawapres Prabowo Subianto, yakni Yusril Ihza Mahendra.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pengamat Nilai Yusril Juga Berpotensi Jadi Cawapres Prabowo: Pengalamannya Cukup Panjang
Tribunnews/JEPRIMA
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra saat mendaftarkan bakal calon legislatif (Bacaleg) Pemilu 2024 kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asyari di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Sabtu (13/5/2023). PBB telah menyerahkan berkas daftar calon anggota DPR RI kepada KPU sebanyak 580 orang yang telah memenuhi 100 persen dari ketentuan yang berlaku. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, malvyandie Haryadi 
 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Komunikasi Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus Direktur Eksekutif Indonesian Presidential Studies (IPS) Nyarwi Ahmad memperkirakan pasangan bakal calon presiden (bacapres) Prabowo Subianto berasal dari ketua umum partai politik, termasuk sosok yang memiliki elektabilitas cukup tinggi.

Selain Airlangga dan Erick Thohir, ada sosok yang juga tak bisa dipandang sebelah mata dalam bursa cawapres Prabowo Subianto.

Dia adalah Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra.

Yusril memiliki pengalaman sangat panjang dan cakap di dunia perpolitikan Tanah Air.

Baca juga: Yusril Dinilai Layak sebagai Cawapres Dampingi Prabowo di Pilpres 2024, Ini Alasannya

Bahkan sudah lama mengenal birokrasi pemerintahan pada masa rezim Orde Baru.

"Itu potensial juga. Kita tahu latar belakang dan pengalaman Prof Yusril ini cukup panjang dari (membantu--red) era Pak Soeharto dulu sebagai (bekerja) di Sekretariat Negara," kata Nyarwi, Jumat (8/9/2023).

Kariernya terus berlanjut pada masa kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (1999-2001), Yusril menjadi Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Rekomendasi Untuk Anda

Di masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri (2001-2004), ia diangkat menjadi Menteri Hukum dan HAM. Pada era Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2007), ia dipilih menjadi Menteri Sekretaris Negara.

"Di kalangan media atau publik Yusril itu punya kemampuan analitis yang menarik yang bisa jadi referensi secara politik dan tata negara," ujar Nyarwi.

"Saya kira itu potensi, pertanyaannya sejauh mana itu akan menjadi pasangan yang bagus kalau dipasangkan dengan Prabowo. Artinya sejauh mana tingkat elektabilitas. itu harus diuji data-data survei yang baik," tambahnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas