Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Kini Diusung Partai NasDem, Anies Baswedan: Dulu di Pilkada DKI Saya Digebuki

Pilkada DKI Jakarta 2017, Partai NasDem mengumumkan bahwa mendukung Ahok

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Erik S
zoom-in Kini Diusung Partai NasDem, Anies Baswedan: Dulu di Pilkada DKI Saya Digebuki
Tribunnews.com/Rahmat W Nugraha
Bakal calon presiden (Capres) dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan menceritakan bahwa Partai NasDem sebelumnya berseberangan dengan dirinya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bakal calon presiden (Capres) dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan menceritakan bahwa Partai NasDem sebelumnya berseberangan dengan dirinya.

Kala Pilkada DKI Jakarta 2017 silam, Partai NasDem mengumumkan bahwa mendukung
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Selama bertahun-tahun sejak Pilkada ujar Anies, dirinya sering kali di-bully oleh Partai NasDem.

Baca juga: Anies Baswedan Sebut Perlu Ada House of Indonesia di Kota-kota Besar di Dunia, Ini Tujuannya

"Kalau saya ceritakan Partai Nasdem yang pertama kali mendukung menominasikan 
saya (capres), saya bukan anggota Nasdem. Dan NasDem itu Pilkada DKI mendukungnya pak Basuki. Bertahun-tahun saya digebukin terus, sama partainya dan televisinya," ungkap Anies dalam pidatonya di LDII di Jakarta, Kamis (9/11/2023).

Setelah bertahun-tahun, dukungan NasDem berbalik arah menuju dirinya yang kini telah resmi diusung pada Pilpres 2024.

Menurut Anies, dukungan itu tidak lepas dari perubahan yang terjadi di DKI Jakarta setelah dipimpin dirinya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tapi apa yang terjadi di justru mereka melakukan melihat apa yang dikerjakan di Jakarta dan mereka memutuskan untuk melakukan perubahan," ungkap mantan gubernur DKI Jakarta ini.

Karena itu ketika dirinya nanti diberi amanah memimpin Indonesia ke depan, Anies menyatakan perubahan harus dilakukan.

Baca juga: Ganjar dan Anies Tanggapi Putusan MKMK, Prabowo Pilih Kabur saat Ditanya

"Bukan perubahan pergantian orangnya, perubahan paradigma perubahan cara kita mengelola negeri ini. Cara kita memandang pembagian sumber daya di negeri ini, karena kita ingin sekali Bapak Ibu sekalian bahwa setiap kita bisa menjadi tuan rumah di negeri kita sendiri," ungkap Anies.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas