Jika Terpilih Jadi Presiden, Ganjar Pranowo Tegaskan akan Buat KPI Menteri
Kata Ganjar, pihaknya kerap mendapatkan keluhan dari masyarakat soal adanya permasalahan yang kecil namun tak kunjung selesai diurus.
Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon presiden RI (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo menegaskan, dirinya akan membuat data terkait dengan key performance indikator (KPI) atau penilaian terhadap menteri di kabinet jika terpilih dalam pilpres 2024.
Pernyataan itu disampaikan Ganjar dalam acara diskusi bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) bertajuk 'Menuju Indonesia Emas 2045' di Djakarta Theater, Kamis (11/1/2024).
Mulanya, Ganjar bercerita soal pengalamannya saat menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah selama 10 tahun.
Baca juga: Ganjar: Seruan Tegas Megawati Picu Semangat Kader dan Relawan Paslon 3 Turun ke Akar Rumput
Kata Ganjar, pihaknya kerap mendapatkan keluhan dari masyarakat soal adanya permasalahan yang kecil namun tak kunjung selesai diurus.
"Hal-hal yang sepele, tapi buat rakyat itu gak selesai selesai, maka kita juga harus ngurusi sepele dan kita menjadi koreksi kita sebagai pemerintah bahwa, eh, kamu tidak menjalankan yang bagus," kata Ganjar.
Tak hanya itu, Ganjar juga bercerita kalau ada pengusaha yang memiliki persoalan dengan pemerintah namun tidak kunjung selesai.
Baca juga: Tanggapi Potensi Anies-Ganjar Bersatu di Putaran Kedua Pilpres, TKN: Kami Yakin Selesai 14 Februari
Bahkan kata mantan Gubernur Jawa Tengah itu, dirinya seperti seseorang yang tugasnya seperti menagih janji.
"(Kata dia) 'Pak Ganjar tolong dong selesaikan', rasanya dia seperti sedang membuat surat kuasa buat saya, untuk saya menjadi debt collector," kata dia.
Atas adanya aduan-aduan tersebut, Ganjar menyarankan untuk melaporkan ke layanan aduan kementerian.
Jika permasalahannya soal pengusaha, maka salah satu kementerian yang bisa diajukan laporannya adalah Kementerian BUMN.
Akan tetapi kata Ganjar, banyak masyarakat yang justru tidak dapat feedback atau timbal balik dari kementerian, karena sulitnya akses melapor.
"Kalau enggak. Dia merasa gak bisa, silakan lapor ke menteri. 'Yah, menterinya sulit ditemui. Ngantrinya panjang gak bisa'. Pakai government super aps, lapor, saya punya dashboardnya. Oh ini, kalian gak bisa," beber Ganjar.
Atas kondisi itu, Ganjar menyatakan, akan membuat KPI khusus untuk menteri di kabinet jika terpilih nantinya.
Baca juga: Tanggapi Potensi Anies-Ganjar Bersatu di Putaran Kedua Pilpres, TKN: Kami Yakin Selesai 14 Februari
Kata dia, dengan adanya KPI itu, maka jika ada menteri yang bermasalah dan tidak memberikan layanan yang baik akan digantikan atau direshuffle.
"Maka setuju gak bapak ibu, kalau menterinya kita buatkan KPI kabinet. Jadi kalau dia gak perform, yang nilai masyarakat lho ya," kata dia.
Namun, keputusan menempatkan menteri yang baru itu nantinya akan diserahkan sepenuhnya kepada partai politik pengusung.
"Bukan saya. Maka halo partai pengusung, tolong ganti. Tarik," tukas dia.
Sebagai informasi, dalam agenda diskusi ekonomi ini, Kadin mengundang seluruh capres untuk hadir, mereka yakni Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
Namun, pada hari ini, yang terkonfirmasi hadir baru Ganjar Pranowo dan sudah mengisi sesi pertama yang digelar siang tadi pada pukul 13.30 WIB.
Sementara capres nomor urut 2, Prabowo Subianto dipastikan tidak hadir karena sedang melaksanakan tugas di luar kota dan akan dijadwalkan pada Jumat (12/1/2024) pagi.
Lalu untuk capres nomor urut 1, Anies Baswedan dijadwalkan akan hadir pada malam nanti di lokasi yang sama sekitar pukul 19.00 WIB sampai jam 21.00 WIB.
Dalam agenda tadi, Ganjar Pranowo terlihat didampingi oleh Ketua TPN Ganjar-Mahfud sekaligus Ketua Umum Kadin Nonaktif Arsjad Rasjid.