Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bahlil Respons Kritik Ahok Soal Bansos: Tidak Merepresentasikan Rakyat Kecil

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia angkat bicara terkait kritikan politikus PDIP Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terhadap program Bansos pemerintah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Bahlil Respons Kritik Ahok Soal Bansos: Tidak Merepresentasikan Rakyat Kecil
Tribunnews.com/ Taufik Ismail
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (5/2/2024). Ia mengomentari pernyataan Ahok soal Bansos. 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia angkat bicara terkait kritikan politikus PDIP yang juga merupakan eks Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terhadap program Bansos pemerintah.

Ahok mengatakan bahwa program Bansos hanya ada pada jaman kerajaan.

Menurut Bahlil pemikiran Ahok terkait Bansos tersebut tidak merepresentasikan rakyat kecil.

"Itu kan pikiran Ahok yang tidak merepresentasikan pikiran rakyat kecil," kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (5/2/2024).

Bahlil enggan mengomentari lebih jauh terkait pernyataan Ahok soal Bansos tersebut.

Menurut dia pernyataan Ahok tidak perlu ditanggapi.

Baca juga: Ahok Resmi Dukung Ganjar-Mahfud, Hasto PDIP: Semoga Pak Jokowi Ikut

Rekomendasi Untuk Anda

"Ahok kok ditanggapi gitu loh? ngapain tanggapi Ahok? ya? enggak perlu menurut saya ditanggapi," katanya.

Sebelumnya pada acara deklarasi Ahokers untuk Ganjar-Mahfud di Rumah Aspirasi Relawan Ganjar-Mahfud di Jakarta Pusat, Minggu, 4 Februari 2024 kemarin, Ahok mengatakan bahwa Bansos hanya ada pada zaman kerajaan.

Baca juga: Ahok: Pemimpin Kalau Tak Pegang Teguh pada Sumpah Jabatan, Tinggalkan!

“Bantuan sosial itu hanya ada di zaman kerajaan, ketika rakyat meminta belas kasihan raja. Raja menentukan siapa yang ingin dibelaskasihani,” kata Ahok.

Ahok yang pernah menjadi wakilnya Jokowi di DKI tersebut mengatakan bahwa Indonesia didirikan oleh proklamator untuk mewujudkan keadilan sosial bukan bantuan sosial.

“Negara ini didirikan jelas oleh proklamator untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan mewujudkan bantuan sosial,” kata dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Atas