Ahok hingga Masinton, Daftar Kader PDIP Berpeluang Diusung Maju Pilkada Jakarta 2024
PDIP belum mengumumkan cagub yang akan diusungnya pada Pilkada Jakarta 2024. Ini daftar kader PDIP yang berpeluang diusung di Jakarta.
Penulis: Muhamad Deni Setiawan
Editor: Tiara Shelavie

TRIBUNNEWS.COM - PDI Perjuangan (PDIP) belum mengumumkan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) yang akan diusungnya pada Pilkada Jakarta 2024.
Sejauh ini, nama eks Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, jadi sosok yang paling santer dikabarkan bakal dimajukan PDIP sebagai cagub.
Kendati demikian, PDIP juga tak menutup peluang akan memajukan kadernya sendiri pada Pilkada Jakarta 2024.
Kira-kira siapa saja kader yang memiliki kans untuk dibawa bertarung di Jakarta? Berikut pernyataan yang pernah disampaikan oleh elite PDIP.
Peluang Ahok hingga Masinton
Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun, menyatakan pada dasarnya PDIP bakal memprioritaskan kader sendiri untuk diusung pada pemilihan calon kepala daerah.
Apalagi, PDIP mempunyai sejumlah kader potensial, seperti Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat.
Adapun Ahok dan Djarot merupakan dua sosok yang pernah menjadi Gubernur Jakarta.
Ahok menjadi Gubernur Jakarta pada 19 November 2014–9 Mei 2017.
Sementara itu, Djarot menjadi orang nomor 1 di Jakarta menggantikan Ahok yang tersandung kasus hukum.
Djarot menempati posisi itu pada 15 Juni hingga 15 Oktober 2017.
Baca juga: Politikus PDIP Ingatkan Presiden Jokowi: Tidak Ada Penguasa yang Bisa Melawan Konstitusi
Selain itu, masih ada anggota DPR daerah pemilihan (dapil) Jakarta yang juga dianggap potensial, yakni Eriko Sotarduga dan Masinton Pasaribu.
"Kita masih punya kader, ada Ahok, ada Djarot, ada Eriko. Ada Masinton. Kan itu kader-kader partai semua."
"Tinggal kita lihat siapa yang kira-kira ditugaskan, Ibu Ketua Umum tugaskan untuk dipilih oleh rakyat DKI Jakarta," jelas Komarudin di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Selasa (20/8/2024).
Komarudin kemudian menegaskan, kewenangan memutuskan calon kepala daerah yang akan diusung berada di tangan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri.
"Hak prerogatif yang berbicara. Jadi Anda tidak usah takut. PDI Perjuangan pasti akan tiba saatnya, PDI Perjuangan akan ajukan calon," ungkapnya.
Jadwal PDIP Umumkan Jagoannya di Jakarta
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengatakan calon kepala daerah yang akan diusung PDIP di Pilkada Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur akan diumumkan antara tanggal 24-27 Agustus 2024.
Pengumuman tersebut merupakan pengumuman gelombang ketiga yang dilakukan PDIP.
"PDI Perjuangan nomor 3 jadi kita umumkan 3 gelombang, ya, tentu antara tanggal 24 sampai 27 kita akan mencari momentum yang terbaik," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (22/8/2024).
Ia menyebut PDIP bakal mencari momentum terbaik untuk mengumumkan calon kepala daerah di wilayah-wilayah yang dianggap strategis.
Adapun saat ini PDIP telah mengumumkan 85 persen calon kepala daerah yang bakal diusung dalam Pilkada 2024.
"Karena sekarang total kita masih sudah 85 persen tapi daerah-daerah tersebut merupakan daerah yang strategis karena sikap PDIP beberapa waktu yang lalu kan menunggu ketika ada pihak-pihak yang mencoba untuk menggunakan benteng-benteng kekuasaan di dalam membatasi ruang gerak demokrasi," ucapnya.
Hasto lantas membeberkan, cagub-cawagub untuk Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur masih harus menunggu keputusan Megawati Soekarnoputri.
"Dari Jakarta menunggu keputusan Ibu Mega, demikian pula untuk Jawa Tengah, Jawa Timur," tuturnya.

PDIP Terbuka Usung Anies
Megawati sempat menyinggung desakan dari berbagai pihak supaya PDIP mendukung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024.
Ia mengaku heran dengan adanya sekelompok orang yang menamakan diri sebagai ‘Satgas Hitam’ dengan mendatangi Kantor DPP PDIP untuk mendukung Anies Baswedan.
"Eh enak aja ya ngapain gua suruh dukung Pak Anies. Dia bener nih kalau mau sama PDIP? Kalau mau sama PDIP jangan gitu dong. Mau gak nurut?" ujar Megawati, Kamis.
Megawati menilai tak semudah itu memperoleh dukungan dari PDIP. Ia mempertanyakan ke mana saja selama ini, baru muncul ketika butuh dukungan.
“Enak amat ya. Sekarang kita dicari dukungannya lalu kamu ke mana kemarin sore. Mbok jangan gitu dong," ucapnya.
Pernyataan yang disampaikan Megawati ini kemudian dijelaskan oleh Hasto Kristiyanto.
Ia menyebut partainya sangat terbuka terhadap pihak-pihak yang ingin menyampaikan aspirasi dukungan terhadap sosok kepala daerah, termasuk Anies Baswedan.
Hasto mengatakan, PDIP sangat terbuka dan akan menerima dengan baik aspirasi tersebut.
“Ya tadi kan sebenarnya ketika mau masuk, Ibu melihat ada yang menyampaikan aspirasi kemudian dengan spanduk."
"Padahal sebenarnya datang saja disampaikan baik-baik,” kata Hasto, Kamis.
Ia berujar Megawati telah menyampaikan sejumlah ‘syarat’ yang telah disiapkan PDIP untuk mengusung seseorang menjadi calon kepala daerah.
Yang mana visi-misi calon kepala daerah akan dipersiapkan partai, politik tata ruang harus diperhatikan, upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan, keberpihakan pada wong cilik, ketaatan terhadap ideologi, serta berpegang pada platform partai.
“Sekiranya syarat-syarat itu nanti bisa dipenuhi, tentu terbuka suatu ruang untuk bekerja sama,” ujar Hasto.
Hasto juga mengatakan, pernyataan Megawati tersebut tidak ada kaitannya dengan ketidaksukaan secara personal, termasuk kepada Anies Baswedan.
“Ya Ibu Mega kan tadi mengatakan saya enggak pernah mem-bully orang, saya tidak pernah menyatakan ketidaksukaan pada orang. Yang dilakukan oleh Ibu Mega adalah menjaga nilai-nilai demokrasi, etika, moral, kekuatan, akar rumput, itu yang didengar oleh Ibu Mega,” ungkap Hasto.
Hasto juga memberikan sinyal bahwa PDIP tidak menutup ruang bagi Anies Baswedan untuk diusung di Jakarta.
“Ya selama tadi komitmen terhadap ideologi, keberpihakan pada wong cilik, platform partai, itu dipegang dan bersedia untuk juga memenuhi komitmen, termasuk bagaimana partai menyiapkan visi-misi, khususnya tentang politik tata ruang, kemudian bagaimana pelestarian dukungan sungai-sungai tata ruang di Jakarta diatur dengan baik, tentu terbuka,” jelas Hasto.
Lebih lanjut, Hasto juga mengatakan bahwa PDIP telah membangun komunikasi dengan Anies.
Bahkan, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah ditugaskan oleh DPP PDIP untuk menjalin komunikasi dengan Anies.
“Ada (komunikasi), bahkan Pak Basarah juga sudah bertemu dengan Pak Anies Baswedan,” ungkap Hasto.
(Tribunnews.com/Deni/Danang/Fransiskus)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.