Derita Desfa Anjani Bocah Palembang, Operasi Usus Buntu Gagal, Kini Tambah Kurang Gizi
Desfa Anjani bocah Palembang menderita efek kegagalan operasi usus buntu. Kondisinya kini memperihatinkan dan dirawat di RSMH Palembang.
Editor: Setya Krisna Sumarga
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG – Kain kompres ditempelkan di dahinya. Tubuh bocah kurus itu terkulai, matanya terpejam, selang terpasang di hidung dan tangan kanannya.
Mulutnya sedikit terbuka, seperti menahan sakit. Dialah Desfa Anjani, bocah Palembang berusia tujuh (7) tahun yang kini dirawat intensif di RS Mohammad Hoesin (RSMH), Palembang, Sumsel.
Desfa diduga mengalami dampak kegagalan operasi usus buntu di sebuah rumah sakit di Palembang. Ia tiga kali dioperasi, dan justru keadaannya bertambah parah.
Dari perut bocah itu, keluar cairan kuning kehijauan. Dari rumah sakit pertama tempat dioperasi, ia kemudian dilarikan ke RS Hermina Jakabaring.
Tapi karena ketiadaan ahli gizi dan kekurangan alat perawatan memadai, Desfa dirujuk ke RSMH Palembang.
Desfa Anjani adalah putri ketiga pasangan Yani (38) dan Herman (44), warga Jalan Fakih Usman Lorong Sintren, Kelurahan 2 Ulu, Kecamatan SU I, Palembang.
Jurnalis Tribun Sumsel Tribun Network menemui Yani dan Herman di rumah sakit tempat anak itu dirawat, Selasa (7/3/2023) dan Rabu (8/3/2023).
Yani menceritakan, anaknya awalnya didiagnosa sakit tifus dan dirawat di Rumah Sakit Bari. Kondisi Desfa membaik, kemudian sembuh dari sakitnya.
"Namun beberapa hari kemudian mengeluh sakit perut dan sering kembung," ujar Yani saat dijumpai.
Ketika Desfa dibawa kembali periksa ke rumah sakit, dan bagian perut Desfa diperiksa, anaknya dinyatakan mengidap usus buntu.
"Saat itu lalu dilakukan rontgen, dan dari hasil medis dinyatakan anak saya mengalami usus buntu. Dokter B yang menangani, mengatakan harus dilakukan tindakan," lanjut istri Herman ini.
Lalu, pada 6 Februari 2023 tindakan operasi usus buntu pada anaknya pun dilakukan di rumah sakit yang sama.
Sesudah operasi, Desfa masih dalam perawatan pascaoperasi di rumah sakit. Pada 10 Februari 2023 ia diperbolehkan pulang.
"Pulang pascaoperasi dikasih obat paracetamol dan antibiotik," kata Yeni ditanya apakah ada obat-obatan yang dikonsumsi Desfa sesudah keluar rumah sakit.
Namun, kondisi kesehatan Desfa Anjani turun dan semakin mengkhawatirkan. Dari luka jahitan operasi tersebut keluar cairan kental berwarna kuning kehijauan.
Ia lalu dibawa ke RS Hermina Jakabaring, sebelum kemudian dirujuk ke RSMH Palembang pada Selasa (7/3/2023).
Berat badan Desfa saat dibawa kembali ke rumah sakit drop dari 18 kilogram kini hanya 12 kilogram. Ia diperkirakan kekurangan banyak nutrisi.
"Fokus dokter sekarang mau perbaiki gizi anak saya karena kan posisi dia tubuhnya lemah dan kurang gizi karena tidak makan sejak masuk rumah sakit, hanya lewat infus," kata Herman, Rabu (8/3/2023).
Masuk ke RSMH Palemebang, Desfa langsung ditangani di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Menurut Herman, pemeriksaan menunjukkan ada infeksi di bekas jahitan operasi usus buntu.
"Iya infeksi, kata dokter ada bagian usus yang pecah," katanya. Herman belum tahu persis kondisi Desfa di PICCU karena keluarga tak diizinkan masuk.
Namun saat dalam perjalanan menuju RSMH, kata Herman, Desfa Anjani masih bisa diajak berkomunikasi.
"Kami belum ada yang boleh masuk, jadi tidak tahu kondisi Desfa bagaimana," kata Herman yang tetap menunggui putrinya di bagian luar rumah sakit.(Tribunnews.com/TribunSumsel.com/Rachmad Kurniawan/Fransiska Kristela)
ARTIKEL INI JUGA TAYANG DI ;
Baca Selanjutnya: Nasib bocah tiga kali operasi usus buntu gagal kini alami kurang gizi dirujuk ke rsmh palembang