Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polisi Jepang Gandeng Pemagang Indonesia Kampanye 'Stop Ilegal' di Osaka

Materi edukasi itu juga dilengkapi informasi seputar aturan status tinggal dan izin kerja bagi tenaga kerja asing

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Polisi Jepang Gandeng Pemagang Indonesia Kampanye 'Stop Ilegal' di Osaka
Sankei
PEMBAGIAN SELEBARAN - Pemagang Indonesia bersama polisi Jepang membagikan selebaran Stop Ilegal di Hannan Osaka, Selasa (2/7/2025) kemarin 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo, dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Pemagang asal Indonesia bersama Kepolisian Jepang menggelar kampanye pencegahan tinggal dan bekerja ilegal di Kota Hannan, Prefektur Osaka.

Kegiatan ini dilakukan pada Rabu (2/7/2025) dengan membagikan selebaran edukasi kepada masyarakat sekitar.

“Untuk menyerukan pencegahan pekerjaan ilegal dan tinggal ilegal oleh pekerja asing, kami dari Kantor Polisi Sennan Prefektur Osaka melakukan kampanye bersama sekitar belasan peserta magang teknis asing,” ujar sumber Tribunnews.com di lingkungan kepolisian Jepang, Kamis (3/7/2025).

Kampanye ini difokuskan di sejumlah fasilitas komersial Kota Hannan. Petugas kepolisian bersama pemagang membagikan selebaran yang berisi imbauan “Hentikan Pekerjaan Ilegal dan Tinggal Ilegal.

Materi edukasi itu juga dilengkapi informasi seputar aturan status tinggal dan izin kerja bagi tenaga kerja asing.

Baca juga: Ternyata Ada 19 WNI yang Jadi Pemagang di Expo 2025 Osaka Jepang

Sebanyak 15 peserta pelatihan dari Indonesia dan Vietnam ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka mendampingi petugas polisi langsung turun ke jalan, membagikan brosur, sekaligus mengingatkan warga yang mempekerjakan peserta magang agar memahami status izin tinggal karyawan mereka.

Rekomendasi Untuk Anda

Arif Rahmat (23), salah satu trainee asal Indonesia, menyampaikan komitmennya untuk selalu mematuhi ketentuan hukum selama berada di Jepang.

“Saya ingin belajar keterampilan dan pengetahuan di Jepang, lalu pulang ke rumah. Saya akan selalu mengikuti aturan untuk bekerja dan tinggal selama di sini,” ujar Arif sambil tersenyum.

Kegiatan serupa rutin dilakukan di berbagai kota di Jepang, terutama di wilayah dengan populasi tenaga kerja asing yang cukup besar. Kampanye pencegahan ini bertujuan meminimalkan praktik kerja ilegal yang kerap menjadi masalah di sektor industri padat karya.

Bagi para pekerja Indonesia di Jepang yang ingin berdiskusi, berbagi pengalaman, maupun saling mendukung, kelompok Pencinta Jepang membuka ruang komunikasi gratis. Silakan kirim email berisi nama lengkap, alamat, dan nomor WhatsApp ke tkyjepang@gmail.com.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Atas