Ayo Liburan Sambil Belajar Toleransi Beragama di TMII
Jika ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII), selain berlibur, juga bisa belajar mengenai toleransi antarumat beragama.
Editor:
Widiyabuana Slay
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jika ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII), selain berlibur, juga bisa belajar mengenai toleransi antarumat beragama.
Di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), enam buah rumah Ibadah yang berbeda, yaitu Mesjid Diponegoro, Gereja Katolik Chaterina, Gereja Protestan Haleluya, Pure Bali, Vihara Budha serta kuil Hindu berada pada lokasi yang berdekatan. Tentunya, toleransi beragama akan sangat mudah dipelajari dari tempat tersebut.
Dari keenam tempat ibadah tersebut hanya mesjid Diponegorolah yang tampak digunakan. Sementara ketika hari Minggu tentunya dua gereja tersebut akan ramai di kunjungi.
Menurut Sutanto, salah seorang petugas TMII yang ditemui Tribunnews.com, keenam rumah ibadah tersebut dibangun berdekatan, bertujuan untuk menggambarkan pluralisme di Indonesia. Keenam rumah ibadah tersebut, menggambarkan kepercayaan-kepercayaan yang memang diakui oleh negara dan tentunya diletakan berdampingan juga dapat menjelaskan tentang pentingnya toleransi beragama.
Selain keenam rumah ibadah tersebut, terletak tidak jauh dari mesjid Diponegoro, sebuah kelenteng Konghucu tengah dibangun.
Walaupun belum seratus persen selesai dibangun, namun bentuk asli kelenteng tersebut sudah dapat dengan mudah dikenali. Empat buah tiang dengan ukiran naga langit serta dominasi warna merah pada bagian depan kelenteng dapat menggambarkan budaya Tiong Hua yang terkandung di dalamnya.
Pembangunan kelenteng Tionghoa itu, tentunya berkaitan dengan diakuinya agama tersebut, saat negeri ini dipimpin oleh mendiang Abdurachman Wahid, alias Gus Dur yang saat itu menjabat sebagai Presiden RI ke 4. Sebelumnya, agama yang identik dengan etnis Tionghoa itu sempat dipersempit ruang geraknya, hal tertsebut terjadi terutama pada era kepemimpinan presiden Soeharto.
Baca tanpa iklan