Gubernur Banten Sesalkan Bentrok Rempoa
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menyesalkan bentrok sejumlah anggota ormas FBR dengan warga Rempoa, Kota Tangerang Selatan.
Editor:
OMDSMY Novemy Leo
"Saya sangat menyesalkan. Apa pun itu bentuknya, seharusnya hal itu tidak perlu terjadi," kata Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, di Tangerang, Minggu (1/8/2010).
Chosiyah mengatakan masalah tersebut ketika diminta komentar seusai memperingati Hari Koperasi tingkat Provinsi Banten yang digelar di Lapangan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan.
Pernyataan Chosiyah itu terkait bentrok ormas FBR dengan warga Rempoa pada Sabtu (31/7) malam hingga Minggu (1/8) dini hari, penyebab bentrok diduga masalah pencopotan bendera FBR oleh warga setempat.
Bentrokan itu meluas hingga ke kawasan Tanah Kusir dan jalan arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan, sehingga menyebabkan kemacetan di jalan.
Meski berlangsung singkat, kejadian itu sempat memicu aksi saling lempar batu dan beberapa di antara warga membawa sejumlah benda keras seperti golok, kayu, dan tongkat besi.
Perisitiwa itu mengakibatkan satu mobil dan satu sepeda motor hangus terbakar, bahkan Polres Jakarta Selatan menurunkan satu regu anggota Brimob untuk mengamankan lokasi.
Namun, aparat Polres Metro Jakarta Selatan mencatat tiga orang luka-luka dalam insiden itu sehingga menahan 32 orang yang diduga melakukan perusakan dan penganiayaan.
Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, seperti 16 senjata tajam dan 15 sepeda motor dan saat ini diamankan di Mapolres Jakarta Selatan.
Menurut dia, pihaknya mengimbau warga untuk menjaga kententeraman wilayah Tangerang Selatan yang akan menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada).