Masyarakat Alami Kerugian Mental
Pasca terjadi bentrok antara anggota Forum Betawi Rempug (FBR) dan warga Rempoa menyebabkan masyarakat mengalami kerugian mental.
Penulis:
Iwan Taunuzi
Editor:
OMDSMY Novemy Leo
Demikian dikatakan oleh Ketua RW 007 JL Garuda, Rempoa Ciputat, Mahmud Nasir, saat ditemui dikediamannya, Minggu (1/8/2010).
"Masyarakat di sini merasa ada banyak kerugian mental akibat kejadian ini. Rata-rata masyarakat merasa takut," ujarnya.
Diceritakan oleh Mahmud Nasir, awalnya beberapa anggota FBR ingin memasang bendera disekitar lokasi keributan. Saat salah satu warga melihat pemasangan bendera, langsung melarang.
Sesaat kemudian anggota FBR mencopot bendera tersebut dan bergegas pergi. Setelah kepergian anggota FBR tersebut, warga langsung melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian.
"Lalu datang anggota polisi 2 truk di sini. Warga sudah berjaga, namun polisi menghimbau agar warga kembali ke rumah masing-masing," terangnya yang juga sebagai tokoh masyarkat di Rempoa.
Namun tak lama berselang, tiba-tiba massa anggota FBR datangh dan langsung meyerang dengan merusak bangunan, kendaraan roda dua dan roda empat di area kediaman ketua RW 007 ini.
"Di sini banyak juga ormas, seperti FORKABI, Kembang Latar, Pemuda Pancasila dan IKBCS. Tapi tidak pernah ada masalah karena apabila ada masalah semuanya melalui masyarakat," lanjutnya.
Dengan demikian ia berharap, agar pemerintah bisa memilah ormas yang baik karena saat ini banyak yang brutal dan rusuh dan tak bertanggung jawab.
"Saya harap pemerintah mencoret ormas tersebut," tandasnya.