Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Wow! Roti Buatan Napi LP Cipinang Dipesan Mahasiswa UI

Tangan-tangan terampil napi LP Cipinang mampu menghasilkan roti yang mereka sebut dengan L'pinda Bakery.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso P

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di balik kesan kerasnya kehidupan lembaga pemasyarakatan kelas 1 Cipinang, ternyata tersimpan gurat keahlian bak ibu rumah tangga dari para warganya. Tangan-tangan terampil mereka mampu menghasilkan roti yang mereka sebut dengan L'pinda Bakery.

Roti isi cokelat berdiameter 2,5 cm itu hanya dijual Rp 1.000. Meski ketika disentuh dengan ujung lidah hampir tidak ada yang istimewa dari rasa roti tersebut, begitu pun tekstur roti maupun kemasannya, namun siapa yang dapat menduga bahwa roti itu dibuat dari tangan-tangan para penghuni Lembaga Pemasyarakatan kelas 1 Cipinang, Jakarta Timur.

Menurut Kepala Lapas, I Wayan Sukerta, perihal produksi roti itu diawali dari ide memberdayakan para napi, setelah sebelumnya sebuah yayasan menghibahkan peralatan produksi roti itu.

Wayan sebelumnya sempat ragu dalam memberdayakan warga binaan untuk memproduksi roti.

 "Warga binaan kan jarang ketemu air (jorok), tapi sekarang mereka sudah dapat mengerti, pakaianpun dipersiapkan bagi para napi yang membuat roti," ujarnya.

L'pinda Bakery atau Lembaga Pemasyarakatan Cipinang Bakrey mulai diproduksi sejak sebulan yang lalu, kini dapat menghasilkan keuntungan setidaknya Rp.1.000.000 perhari, dengan proyeksi keuntungan bersih sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu.

Menurut seorang warga binaan. E.C.W. Neloe, di Lapas setidaknya terdapat 2500 warga binaan,

Rekomendasi Untuk Anda

"Masa seribu aja kita susah ngejualnya," ujar mantan dirut Bank mandiri itu.

Terakhir menurut Wayan pihak L'pina Bakery sempat mendapatkan pesanan 150 buah roti oleh Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Walaupun hitung-hitungan diatas kertas penjualan itu tidak akan menghasilkan untung, namun L'pina Bakrey tetap memenuhi pesanan itu.

"Yang pentingkan kebanggaan bahwa produk napi itu bisa dikonsumsi orang luar," ujar Wayan.

Neloe mengaku, bahwa dalam waktu dekat pihak lapas juga akan membuka pecel lele, dengan harga Rp10.000 satu porsinya. Pada awalnya, Pecel Lele itu direncanakan untuk dijual kepada internal lapas, baru nanti ketika sudah stabil, dapat dijual kepada orang luar.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas