Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Paguyuban Ambon Flores Silaturahmi

Mengantisipasi meluasnya bentrok antardua kelompok massa, pasca insiden di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Prawira
Laporan wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mengantisipasi meluasnya bentrok antardua kelompok massa, pasca insiden di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar silahturahmi dengan pihak terkait guna membahas premanisme.

"Premanisme tidak disukai orang, kemarin ada acara silahturahmi dengan pimpinan daerah seluruh komponen kemasyarakatan, para paguyuban dari berbagai etnis yang ada di Jakarta," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto usai acara Lomba Lari dan Jalan Sehat di Silang Monas, Jakarta Pusat, Minggu (3/10/2010).

Prijanto mengatakan paguyuban etnis yang hadir pada acara itu berasal dari Ambon, Maluku, Nusa Tengara Timur dan Sulawesi. "Semuanya mengutarakan mereka tidak menyukai kegiatan premanisme," ujarnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta itu juga mengungkapkan pimpinan paguyuban akan segera melakukan lokalisasi terkait insiden yang menyebabkan tiga orang tewas agat tidak menyebar ke wilayah lain. "Mereka kalau senggolan 1-2 orang jangan langsung keroyokan terus mengundang orang, itu saran yang bagus," imbuhnya.

Bentrok antara dua kelompok massa terjadi di depan PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Tabu (29/09/2010) sekitar pukul 12.45 WIB. Bentrokan terjadi saat pengadilan tersebut akan menggelar sidang lanjutan kasus Blowfish. Polisi sudah menyita beberapa barang bukti berupa tiga buah golok, tiga buah panah, satu proyektil peluru dari senjata api yang diduga digunakan salah satu anggota kelompok bertikai.

Polri sudah menangkap lima orang pelaku kerusuhan Ampera di depan PN Jakarta Selatan. Mereka  tengah mendalami dan melakukan pemeriksaan ke-5 pelaku tersebut. Pihak berwajib juga  mengamankan satu orang tersangka berinisial "S" yang kedapatan membawa senjata tajam saat peristiwa itu berlangsung.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas