Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Akan Dibangun Terowongan Bawah Tanah di Stasiun KA Kalibata

Segera dibangun pembangunan terowongan bawah tanah sebagai tempat pejalan kaki, menghubungkan antara stasiun ke rusunami Kalibata

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera merevitalisasi Stasiun Kereta Api (KA) Kalibata, Jakarta Selatan, sebagai stasiun berbasis transit oriented development (TOD).

Stasiun itu akan menjadi lebih panjang dan besar. Bahkan segera dibangun terowongan bawah tanah sebagai tempat pejalan kaki, menghubungkan antara stasiun ke rumah susun milik sendiri (rusunami) Kalibata. Diperkirakan pada akhir 2013 warga Jakarta dapat menikmati kenyaman dan keamanan di lokasi stasiun tersebut.

“Stasiun Kalibata akan kita tingkatkan kapasitasnya. Tadi kita sudah paparkan secara komprehensif di depan Dirjen Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan. Dan sudah disepakati bersama akan fungsi dan kondisi stasiun ini akan dikembangkan lebih luas dan lebar,” kata Gubernur DKI Fauzi Bowo saat Buka Puasa Bersama Masyarakat Bukit Duri, Tebet, di Masjid At-Taqwa (Al-Tahiriyah), Jalan KH Abdullahy Safii, semalam, (11/8/2011).

Fauzi Bowo mengakui, rencana tersebut bukan solusi yang ideal, karena solusi yang ideal, rel kereta api di Stasiun Kalibata dinaikkan seperti rel KA di Stasiun Manggarai dan Kota. Namun pelaksanaan rencana itu membutuhkan biaya sangat besar, yakni sekitar Rp 300 miliar per kilometer. Biaya ini tidak mungkin dilaksanakan baik menggunakan dana APBD atau APBN.

“Dengan banyaknya warga yang ada di sana, tidak mungkin dilayani dengan peron yang pendek. Karena kita ingin, KA dimanfaatkan secara optimal sebagai alternatif transportasi umum, sehingga mereka tidak perlu menggunakan mobil pribadi. Makanya kita mau buat stasiun lebih nyaman dengan perbaiki seluruh aksesnya,” kata Foke, sapaan orang nomor satu di pemprov DKI itu.

Konsekuensi revitalisasi Stasiun Kalibata itu, maka jalan lintasan Kalibata yang melewati rel KA akan ditutup. Artinya kendaraan bisa melintasi rel melalui jalan layang Kalibata. Juga akan dibangun jalan lingkar (loopline) di belakang Mal Kalibata dan Kampus Stekpi yang dapat terhubung dengan jalan layang.

Saat ini perencanaannya mendekati final, kini tengah penyempurnaan yang harus dilakukan, seperti akses penyandang cacat dan harus disesuaikan dengan kebutuhan Jakarta di masa depan. Revitalisasi ini tidak akan merubah signaling system di stasiun Kalibata.

Rekomendasi Untuk Anda

Untuk pendanaan, imbuhnya, belum ditetapkan dan masih dalam perhitungan kasar. Pengerjaan rencana ini dimulai tahun 2011, langkah awalnya adalah perampungkan administrasi seperti Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) pengembang. Karena awalnya, dalam SIPPT stasiun akan dipindahkan, sedangkan sekarang dilakukan revitalisasi stasiun.

“Kita ingin menggunakan hal ini sebagai proses pembelajaran untuk mengembangkan TOD di stasiun-stasiun lain yang direncanakan seperti itu,” urainya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, perizinan dengan PT KAI untuk revitalisasi ini sudah beres. Namun upaya perluasan ini memiliki konsekuensi tersendiri. Yaitu jalan di bawah yang berpotongan dengan rel kereta api akan ditutup.

“Sebetulnya jalan tersebut sudah tidak bermanfaat, karena sudah ada jalan layang. Jadi kita akan sederhanakan jalur lalu lintasnya. Kami akan ikut membantu mengatur lalu lintas saja. Tahun ini, administrasinya beres. 2012 mulai bangun fisiknya,” kata Pristono.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas