70 Persen Pelanggan PT Palyja di Jakpus dan Jakbar Terancam
Atas jebolnya tanggul di Kalimalang, alhasil pasokan air pun terganggu
Editor:
Yudie Thirzano
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat, ada sekitar 420.000 pelanggan PT Palyja yang pasokan air nya didapat dari tanggul Pejompongan. Atas jebolnya tanggul di Kalimalang, alhasil pasokan air pun terganggu.
Petugas on call servis PT Palyja, Barje Simarmata, menuturkan, akibat jebolnya tanggul dan pintu air tersebut, 70 persen dari 420.000 pelanggannya yang tersebar di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat, tidak lagi mendapatkan pasokan air bersih mulai hari ini.
"Untuk kerugian materi, kami belum bisa menghitungnya. Yang jelas, pasokan air bersih dari Kalimalang ini terhenti total mulai hari ini," katanya.
Sedangkan Dirut Perusahaan Jasa Tirta II, Edy Jayadirja, mengatakan, dampak jebolnya tanggul dan pintu air ini, pasokan air baku ke tempat penyulingan air milik PT Aetra di Pulogadung berkurang 25 persen, sedangkan ke Buaran hanya 10 persen. Namun pihaknya akan mencari solusi untuk penyuplaian air ke Pejompongan, milik PT Palayja. Caranya menyambungkan pipa dari tempat penyulingan di Pulogadung ke arah Pejompongan.
"Untungnya air jebol ini tidak mengalir ke pemukiman penduduk sekitar. Karena ada saluran khusus yang menghubungkan Kalimalang dengan tempat penyulingan di Pulogadung mellaui saluran yang ada di bawah badan Kalimalang," tandasnya.
Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan, pada Rabu (31/8/2011) malam, sekitar pukul 20.25 wib di kawasan tanggul dan pintu air, terjadi rembesan. Akibatnya air di Kalimalang, utamanya dari lokasi kejadian hingga ke arah halim, berkurang. Kemudian pada pukul 22.00 wib tanggul dan pintu air tersebut langsung jebol, sehingga air yang mengalir ke arah Halim Perdanakusumah dan Pejompongan praktis tidak ada lagi. Kalimalang langsung mengering di kawasan tersebut.