Pemilik Rumah Potong Ayam Suspect Flu Burung Menolak Tutup
Rumah Potong Ayam yang diduga menjadi titik suspect penyebaran flu burung ke tiga orang warga
Penulis:
Danang Setiaji Prabowo
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rumah Potong Ayam yang diduga menjadi titik suspect penyebaran flu burung ke tiga orang warga Kalideres belum juga ditutup. Padahal, sudah jatuh korban jiwa sebagai dampak penyebaran virus penyakit tersebut.
Kasudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Barat, Kusdiana, mengatakan hasil uji laboratorium Dinas Peternakan dan Perikanan memastikan dua tempat pemotongan ayam milik NG dan AG tersebut, memang terdapat virus flu burung.
"Kami sudah mengeluarkan peringatan hingga tiga kali kepada mereka untuk menutup usaha pemotongan ayamnya pada tahun 2009. Namun tidak diindahkan. Sampai akhirnya Sekretaris Kota waktu itu mengirim surat undangan soal penutupan tempat usaha, tetapi undangan tersebut justru disobek didepan petugas yang membawa surat ke lokasi," terang Kusdiana, Minggu (11/9/2011).
Kusdiana mengatakan wewenang untuk menutup paksa tempat pemotongan ayam memang bukan pada Suku Dinas Peternakan, melainkan pada Pemprov DKI. Walikota Jakarta Barat Burhanuddin, ujarnya, juga telah menginstruksikan agar kasus flu burung di kecamatan Kalideres kembali dikaji ulang karena sudah kembali menimbulkan korban.
"Masalahnya, mengenai penutupan tempat usaha ini sebenarnya bukan wewenang dari Sudin Peternakan. Tetapi dari Pemprov DKI agar segera menyediakan tempat lokalisasi baru sehingga tempat pemotongan ayam liar dapat segera ditutup," imbuhnya.
Virus tersebut pun kini telah menyebabkan tiga korban, yakni Fitriani (25) diketahui meninggal dunia, serta dua orang anaknya yakni Edo (3) dan Nabila (1,5) yang berhasil diselamatkan setelah dibawa ke rumah sakit Puri Indah dan kemudian dirujuk ke rumah sakit Sulianti Saroso.