Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Banyak Polisi Jebolan Luar Negeri, Jakarta Tetap Macet

Indonesia Police Watch (IPW) merasa prihatin dengan cara kerja jajaran Lalu lintas Polda Metro Jaya

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Gusti Sawabi


Laporan Abdul Qodir
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) merasa prihatin dengan cara kerja jajaran Lalu  lintas Polda Metro Jaya. Akibat cara kerjanya tidak sistematis, situasi lalulintas di Ibukota Jakarta terbiarkan semrawut.

Tidak hanya Kapolda Metro Jaya sebagai penguasa wilayah yang malu jika kemacetan lalulintas Jakarta terus dibiarkan semrawut, tapi juga Kapolri sebagai penentu kebijakan termasuk dalam mengatasi kemacetan di ibukota.

"Padahal di Polri banyak perwira yang mempunyai kemampuan dalam melakukan rekayasa lalulintas. Bahkan mereka lulusan dari Australia, Inggris, Belanda, dan lainnya. Tapi kenapa tidak diberdayakan dengan maksimal," ujar Ketua Presidium IPW, Neta Saputra Pane, dalam siaran pers kepada Tribunnews.com, Senin (9/1/2012).

Menurut Neta, berdasarkan pengamatan IPW, situasi lalulintas di Jakarta sejak dua bulan terakhir makin parah karena padat dan tidak terkendali. Gambaran di lapangan menunjukan seolah tidak ada upaya yang maksimal dari jajaran Polda Metro Jaya untuk melakukan rekayasa lalulintas dlm mengurai kemacetan. Contoh yang paling aktual untuk menunjukan kondisi macet yang sangat parah itu ada di dua tempat.

Pertama, di kawasan Cawang, Jakarta Timur, baik di jalur tol maupun arteri. Untuk bisa lolos dari Pintu Tol Halim menuju tol dalam kota, pengemudi harus bertarung selama 45 sampai 60 menit. Begitu juga di jalur arteri, kemacetan parah terjadi mulai keluar tol Halim hingga ke Stasiun Cawang. Jalur yg hanya 1,5 km ini harus ditempuh 60 sampai 75 menit. "Kemacetan ini tentu sangat memprihatinkan dan sekaligus memalukan, mengingat kawasan Cawang adalah pintu masuk Jakarta dari arah timur," tandasnya.

Kedua, di kawasan Semanggi atau tepatnya di depan Polda Metro Jaya, saat memasuki jam pulang kerja pada sore hari. Kemacetanan di kawasan ini seharusnya mampu membuat petinggi Lalulintas Polda Metro Jaya merasa malu, mengingat kemacetan ada di depan hidung mereka.

Untuk itu, IPW berharap Kapolri dan Kakorlantas Polri mencermati hal ini. Kemacetan lalulintas Jakarta yang makin parah jangan dibiarkan apa adanya hingga kesemarawutan membuat pengguna jalan ibukota prustrasi.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Neta, khusus untuk kawasan pintu masuk Jakarta harus ada kerjasama Lalulintas Polda Metro dengan pihak Jalan Tol untuk melakukan rekayasa lalulintas agar kemacetan bisa terurai.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas