Jalan Layang di Jalur MRT Lebak Bulus Lebih Murah
Pemprov DKI beralasan membangun jalur MRT tipe layang di jalur Lebak Bulus-Sisingamangaraja karena biayanya lebih murah ketimbang
Penulis:
Danang Setiaji Prabowo
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
TRIBUNNEWS.COm, JAKARTA - Pemprov DKI beralasan membangun jalur MRT tipe layang di jalur Lebak Bulus-Sisingamangaraja karena biayanya lebih murah ketimbang membangun jalur tersebut di bawah tanah.
Pemprov DKI melalui Kabid Informasi Publik Diskominfo DKI, Cucu Ahmad Kurnia, menjelaskan pembangunan jalur bawah tanah di jalur tersebut akan memakan biaya yang jauh lebih besar ketimbang membangun jalur layang.
Menurutnya hal ini perlu dijelaskan untuk menanggapi unjuk rasa warga di Jalan Raya Fatmawati Jakarta Selatan pada Jumat (17/2/2012) siang tadi yang memprotes desain jalur MRT jalan layang dan mendesak diganti menjadi desain bawah tanah.
"Pemprov DKI memohon pengertian masyarakat karena proyek MRT ini juga diperuntukkan bagi warga Jakarta. Pembangunan jalur bawah tanah juga akan memakan biaya yang jauh lebih besar," kata Cucu dalam siara persnya, Jumat (17/2/2012).
Dikatakannya, pemilihan tipe layang di jalur Lebak Bulus-Sisingamangaraja juga memperhitungkan dampak lalu-lintas selama periode konstruksi. Dampak lalu-lintas, ujarnya, akan lebih besar jika di jalur ini dibangun bawah tanah.
"Karena secara metode konstruksi, akan membutuhkan lahan kerja yang lebih luas sehingga sebagian besar jalan harus ditutup. Kalau struktur layang, selama pembangunan bisa tetap dipertahankan empat jalur," imbuhnya.