Istri Saya Hamil, Tolong Jangan Digencet-gencet!
Para penumpang Kereta Api (Commuter Line) jurusan Serpong - Tanah Abang benar-benar dibikin menderita!
Penulis:
Agung Budi Santoso
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Agung Budi Santoso
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Para penumpang Kereta Api (Commuter Line) jurusan Serpong - Tanah Abang benar-benar dibikin menderita oleh karena terlalu sesaknya jumlah penumpang dibanding kapasitas penumpang.
Penderitaan ini terus terjadi saban pagi hari terutama pada jadwal Commuter Line yang berangkat dari Stasiun Serpong pukul 06.44 pagi WIB. Bukan sekedar berdesak-desakan, tapi sudah sampai pada tahap tergencet-gencet.
Seperti disaksikan Tribunnews pada Jumat pagi (30/3) 2012, seorang wanita hamil dilindungi sang suami sendiri dari desakan penumpang di sekitarnya yang sama-sama berdiri. Dalam kondisi hamil, sang ibu muda itu merintih di tengah himpitan badan-badan besar lelaki di sekitarnya yang sama-sama berdiri tak kebagian tempat duduk.
"Aduh, perutku sakit, mas," teriak sang ibu hamil tadi. Sang suami yang berusaha melindungi pun tak bisa berbuat banyak saking berjubelnya penumpang. "Tolong dong, istri saya jangan digencet-gencet, lagi hamil nih," teriaknya kepada penumpang sekitarnya.
"Siapa menggencet? Emang kondisinya desak-desakan gini," sahut penumpang di sebelahnya. Tak lama kemudian seorang karyawati berkerudung coklat jatuh pingsan, diduga lantara kehabisan oksigen dan stres di tengah berjubelnya penumpang.
"Mas yang lagi duduk, kasih dong kursinya ke ibu yang lagi pingsan ini. Please," pinta rekan wanita di sebelahnya sembari menggotong tubuh yang lunglai ini.
Pemandangan memilukan perjalanan ribuan karyawan ibukota Jakarta yang menaiki KA Commuter Line itu terjadi tiap pagi hari. Berangkat dari Serpong, KA ini sudah dalam kondisi sesak. Bertambah sesak lagi ketika masuk Stasiun Sudimara, Jurang Mangu dan Pondok Ranji serta Kebayoran.
Hembusan AC seolah tiada artinya, karena gerbong tetap terasa panas lantaran terlalu sesaknya penumpang.
Penumpang baru mulai berkurang di Stasiun Palmerah. Sudah saatnya PT Kereta Api Indonesia menambah gerbong atau frekuensi perjalanan KA Commuter Line pada jam-jam berangkat dan pulang kantor. Sebab insiden penderitaan penumpang juga terjadi pada jam-jam pulang.