Hati-hati! Cagub DKI Jangan Komentar dan Bersikap Negatif
Saling ejek antar bakal calon Gubernur DKI dinilai justru dapat menjatuhkan bakal calon
Penulis:
Danang Setiaji Prabowo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saling ejek antar bakal calon Gubernur DKI dinilai justru dapat menjatuhkan bakal calon yang mengeluarkan statement negatif tersebut. Hal ini termasuk dalam jebakan politik yang biasa terjadi setiap menjelang pemilu.
Menurut pengamat politik dan mantan Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS), Sukardi Rinakit, calon incumbent harus berhati-hati terhadap lawan politik terberatnya. Dikatakannya, calon incumbent sebaiknya tidak terus mengeluarkan statement negatif terhadap satu diantara calon terberatnya.
"Statement negatif itu bisa jadi bumerang bagi bakal calon yang mengeluarkan komentar tersebut. Kalau ada calon lain yang membalas, malah keduanya bakal sedikit dipilih dan calon yang tak banyak berkomentar yang akan dipilih," ujar Sukardi, Selasa (17/4/2012) saat ditemui di Wisma Kodel Jakarta Selatan.
Sukardi menilai tim sukses calon incumbent, Fauzi Bowo (Foke), calon lawan terberatnya adalah Joko Widodo. Menurutnya jika banyak pernyataan negatif yang dikeluarkan Foke maupun tim suksesnya untuk menyerang calon lain, justru menyerang calon incumbent itu sendiri.
"Masyarakat bisa membaca, tim sukses Foke menganggap Jokowi sebagai lawan paling kuat," pungkasnya.