Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Alasan Polisi Bubarkan Bedah Buku 'Allah, Liberty, and Love'

Menurut Rikwanto, tokoh yang hadir dianggap bersinggungan dengan apa keyakinan masyarakat setempat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Alasan polisi membubarkan bedah buku 'Allah, Liberty, and Love', karena acara tersebut berpotensi mengalami gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, sebelum acara tersebut dimulai, ada penolakan dari ketua RT dan RW setempat. Juga, ada desakan dari organisasi masyarakat (ormas) supaya acara tersebut tidak dilaksanakan.

"Kepolisian lalu memeriksa penyelenggara kegiatan bedah buku. Dari pemeriksaan tersebut, tidak ada permohonan izin kepada polisi, dan tidak ada pemberitahuan kepada kepolisian," ungkap Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (5/5/2012).

Menurut Rikwanto, tokoh yang hadir dianggap bersinggungan dengan apa keyakinan masyarakat setempat.

Tentu, kepolisian melihat ada potensi gangguan masyarakat bila acara tersebut terus dilakukan. Untuk meredamnya, maka pihak kepolisian menghentikan acara tersebut dan pesertanya diminta pulang ke tempat masing-masing, dengan pengawalan ketat kepolisian.

"Polisi ini penjaga kamtibmas. Manakala melihat kondisi tertentu ada ganggunan ketertiban, polisi bisa mengambil tindakan yang diperlukan, karena ada potensi gangguan ketertiban," tuturnya.

Pada Jumat (4/5/2012) malam, di tengah-tengah acara launching buku di Komunitas Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tiba-tiba Kapolsek Pasar Minggu Kompol Adri Desas Furianto datang, dan mengimbau agar acara dibubarkan.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Adri, acara tersebut tidak berizin, baik soal izin keramaian maupun pembicara yang warga negara asing. Selain itu, sejumlah masyarakat pun menolak. Acara akhirnya dibubarkan, setelah peredebatan sengit antara polisi dan panitia.

Tak lama, massa dari Front Pembela Islam (FPI) dan Forum Betawi Rempug (FBR) datang menuntut pembubaran acara. Hal itu berbuntut dikawalnya pembicara yang merupakan warga negara Kanada oleh petugas kepolisian, keluar dari lokasi acara. (*)

Berita Nasional Terkini

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas